Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tidur Lebih Nyaman, Begini Perjalanan Kasur dari 23.000 SM Hingga Kini

Bayu Shaputra • Jumat, 16 Mei 2025 | 13:15 WIB
Kasur yang nyaman (Ilustrasi AI).
Kasur yang nyaman (Ilustrasi AI).

RadarBanyuwangi.id - Kasur telah berevolusi sejak manusia pertama kali menggelar jerami di lantai hingga inovasi kasur busa memori abad ke-20.

Pada 23.000 SM, bukti Paleolitik di Ohalo II, Israel, menunjukkan penggunaan tumpukan daun dan batang di sekitar api unggun sebagai alas tidur.

Ribuan tahun kemudian, peradaban Mesir Kuno (3400 SM) mulai menaikkan ranjang dengan bingkai kayu dan mengisi kantong linen dengan jerami atau bulu untuk kemewahan dan kebersihan.

Selama Abad Pertengahan, bangsawan Eropa memasangkan banyak lapis jerami dan bulu, menandai status sosial melalui bahan.

Revolusi Industri membawa pegas kotak (box spring) di abad ke-19, diikuti oleh kasur busa karet pada 1930-an dan busa memori yang dikembangkan NASA pada 1966 untuk meningkatkan distribusi tekanan tubuh.

Kini, kasur hybrid, lateks alam, dan teknologi pendinginan memastikan kenyamanan maksimal, mencerminkan perjalanan panjang inovasi kasur demi tidur berkualitas.

1. Awal Mula: Paleolitik hingga Mesir Kuno

Paleolitik Awal

Di situs Ohalo II, Israel, para pemburu-pengumpul menumpuk sisa tanaman di sekitar api unggun untuk tidur, menandai penggunaan alas empuk sejak 23.000 SM.

Peradaban Mesir dan Yunani-Romawi

Pada sekitar 3400 SM, firaun Mesir mulai menggunakan ranjang kayu bertiang dengan kantong isi jerami atau bulu, meningkatkan kenyamanan dan kebersihan tidur.

Di Yunani dan Romawi, kasur diisi wol, bulu, atau jerami. Semakin banyak lapisannya, semakin tinggi status sosial penggunanya.

2. Abad Pertengahan hingga Kebangkitan Budaya

Jerami dan Bulu Berlapis

Selama Abad Pertengahan, bangsawan Eropa tidur di ranjang bertiang lengkap dengan lapisan jerami, bantal bulu, dan permadani mewah.

Semakin banyak lapisan bulu atau bulu angsa, semakin eksklusif kasur tersebut. Pengrajin juga menambahkan kain sutra atau beludru untuk nilai artistik dan kehangatan.

3. Revolusi Industri dan Pegas Kotak

Box Spring Era

Di pertengahan abad ke-19, ditemukan pegas kotak (box spring) yang digunakan sebagai dasar kasur, meredam guncangan dan memperpanjang umur kasur tas bungkus jerami tradisional. Inovasi ini memisahkan fungsi dukungan (pegas) dan kenyamanan (lapisan atas). 

4. Abad Ke-20: Busa Karet dan Memory Foam

Busa Karet Awal

Pada 1930-an, busa karet pertama kali dipakai di kasur, menggantikan jerami dan bulu sebagai bahan isi yang lebih ringan dan higienis.

Memory Foam NASA

Pada 1966, NASA mengembangkan memory foam untuk menahan tekanan gravitasi pada astronot.

Produk komersial baru muncul di 1980-an, dengan busa viskoelastik yang menyesuaikan lekuk tubuh pengguna. 

5. Kasur Modern dan Tren Masa Kini

Hybrid dan Lateks Alam

Kombinasi pegas mini dengan lapisan busa atau lateks memberikan sirkulasi udara optimal dan dukungan merata. Kasur lateks alam kini populer karena antialergi dan daya tahan > 10 tahun.

Teknologi Pendinginan

Inovasi material gel-infused, kain berpendingin, dan ventilasi khusus mencegah penumpukan panas, menjawab keluhan kasur busa memori tradisional.

6. Masa Depan Kasur

Para peneliti kini mengeksplorasi material pintar dengan sensor tidur terintegrasi serta isian mikrogel dan struktur sel tertutup untuk kenyamanan adaptif. Dengan perkembangan 3D printing, desain kasur kustom dalam hitungan jam bukan lagi impian. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#perjalanan #kasur #tidur