Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengenal 9 Spesies Anggrek Ikonik Indonesia dan Habitatnya

Bayu Shaputra • Rabu, 14 Mei 2025 | 12:35 WIB
Anggrek bulan (Ilustrasi AI).
Anggrek bulan (Ilustrasi AI).

RadarBanyuwangi.id - Indonesia memiliki keragaman anggrek yang kaya, mencakup puluhan genus dan spesies yang tumbuh epifitik maupun terestrial di hutan tropis, pegunungan, hingga pesisir.

Varietas paling dikenal di antaranya Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata), Anggrek Dendrobium, Vanda, Cattleya, Paphiopedilum, hingga anggrek langka seperti Ki Aksara.

Setiap jenis memiliki ciri unik mulai ukuran bunga 3–15 cm, warna kelopak dari putih bersih hingga hitam keunguan, pola bibir atau kantung, habitat elevasi 0–1.500 m dpl, serta periode mekar yang bisa sepanjang tahun atau musiman.

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)

Anggrek Bulan adalah ikon nasional dan puspa pesona, dengan bunga berwarna putih bersih berdiameter 7–10 cm dan mahkota kuning lembut di pusat. Tumbuh epifitik di ketinggian 0–600 m dpl di Maluku dan Papua. Mekar sepanjang tahun, tiap kuntum bisa bertahan 4–6 minggu, menjadikannya favorit para kolektor.

Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)

Dikenal juga sebagai Anggrek Pandurata, spesies ini menampilkan kelopak hijau tua dengan pusat mahkota kehitaman keunguan berdiameter 5–7 cm.

Habitat utamanya di hutan tropis Sumatra dan Kalimantan pada elevasi 200–1.000 m dpl. Mekarnya terjadi di musim penghujan dengan 3–5 kuntum per tangkai yang wangi harum lembut.

Anggrek Dendrobium (Dendrobium crumenatum)

Anggrek ini populer sebagai ‘Anggrek Tebu’ karena bunga berwarna putih dengan bibir kuning, berdiameter 3–4 cm. Tumbuh epifitik di pepohonan rendah dan pagar kebun pada 0–500 m dpl. Mekar almost nightly dan hanya mekar setengah hari, sehingga sering disebut ‘Night-blooming Dendrobium’.

Anggrek Vanda (Vanda spp.)

Vanda menonjol dengan bunga besar (8–15 cm) dan warna cerah biru, ungu, hingga oranye serta pola bintik. Esp. Vanda tessellata dan V. coerulea tumbuh epifitik di dataran rendah Sumatra dan Kalimantan. Mekar sepanjang tahun, setiap tangkai dapat menghasilkan 10–20 kuntum, dikenal tahan panas dan kelembapan tinggi.

Anggrek Cattleya (Cattleya spp.)

Cattleya memiliki bunga besar (10–12 cm), kelopak lebar, dan bibir menonjol warna cerah, sering digunakan sebagai induk hibrida kontes.

Tumbuh epifitik di hutan kering Nusa Tenggara pada 200–800 m dpl. Mekar musiman, biasanya 1–2 kuntum per tangkai, dengan durasi mekar 2–3 minggu.

Anggrek Paphiopedilum (Paphiopedilum kolopakingii)

Spesies kantung langka endemik Kalimantan Tengah, bunga berwarna hijau pucat dengan kantung bercorak cokelat kemerahan berukuran 4–6 cm. Tumbuh terestrial di tanah lembab 500–1.200 m dpl. Mekar 1–2 kuntum per musim hujan dan sangat dilindungi karena populasinya terancam.

Anggrek Cymbidium (Cymbidium spp.)

Dikenal sebagai Anggrek Hartinah (C. hartinahianum), spesies ini memiliki bunga kuning kecokelatan dengan 5–8 kuntum per tangkai. Tumbuh di dataran tinggi Sumatra Utara pada 1.000–1.500 m dpl. Mekar pada musim kemarau awal dan tahan suhu rendah hingga 10 °C.

Anggrek Langka “Ki Aksara” (Aeranthes arachnopus)

Bunga mirip laba-laba dengan durasi mekar 7–10 hari, habitat di hutan hujan Sulawesi Tenggara pada 400–800 mdpl. Mekar malam hari, menghasilkan aroma manis lembut, dan populasinya menurun akibat perambahan hutan.

Anggrek Terestrial Saprofit

Sejumlah spesies terestrial seperti Brachystelma, Taeniophyllum, dan Zeuxine tumbuh di lantai hutan bawah naungan. Ukuran bunga kecil (1–2 cm) dan sulit ditemukan, berperan dalam ekosistem mikro dengan hubungan jamur tanah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bunga #9 jenis anggrek yang ada di Indonesia #anggrek #spesies #Habitat