RadarBanyuwangi.id - Lovebird adalah kelompok burung paruh bengkok kecil dari genus Agapornis yang dikenal karena suara kicauannya yang nyaring, tubuh mungil, serta warna bulu yang memikat.
Terdiri dari sembilan spesies (plus satu subspesies populer), lovebird berasal dari wilayah Afrika dan pulau Madagaskar.
Burung ini menjadi favorit di kalangan pecinta burung hias berkat kepribadiannya yang aktif dan sosial.
Berikut adalah daftar lengkap jenis-jenis lovebird, ciri khas morfologis, habitat, dan kebiasaan unik mereka.
1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis)
Dikenal juga sebagai peach-faced lovebird, spesies ini memiliki wajah merah-oranye mencolok dengan bulu tubuh hijau cerah.
Berukuran 15-17 cm dan hidup di savana Namibia, mereka sangat sosial dan cocok dijadikan burung peliharaan.
2. Lovebird Kolar Kuning/Topeng (Agapornis personatus)
Memiliki topeng hitam kontras dengan kolar kuning terang dan bulu tubuh hijau. Panjang tubuhnya 14-15 cm.
Habitat aslinya berada di hutan pesisir Tanzania. Jantan dan betina memiliki warna yang hampir identik.
3. Lovebird Fischer (Agapornis fischeri)
Mempunyai wajah oranye terang dan kepala hijau tua. Dinamai dari penjelajah Jerman Gustav Fischer, burung ini menghuni sabana dan lahan pertanian Tanzania. Ukurannya 14 cm.
4. Grey-headed Lovebird (Agapornis canus)
Spesies ini adalah satu-satunya lovebird endemis Madagaskar. Jantan dewasa memiliki kepala abu-abu, sedangkan betina seluruh tubuhnya hijau. Ukurannya hanya 13 cm, menjadikannya lovebird terkecil.
5. Red-headed Lovebird (Agapornis pullarius)
Berkepala merah cerah dengan dada oranye, burung ini hidup di hutan lembap Afrika Barat. Umumnya hidup berpasangan dan bersarang di lubang pohon. Ukurannya sekitar 15 cm.
6. Black-cheeked Lovebird (Agapornis nigrigenis)
Dikenal juga sebagai lovebird Zambia. Ciri khasnya adalah pipi hitam dengan warna tubuh dominan hijau kecokelatan. Spesies ini terancam oleh alih fungsi lahan di sabana selatan Zambia. Panjangnya 15 cm.
7. Lovebird Kerah Hitam (Agapornis swindernianus)
Spesies ini jarang terlihat dan menghuni hutan hujan Afrika Tengah. Memiliki pita hitam di leher yang unik. Ukurannya 13,5 cm. Burung ini sulit dibudidayakan karena habitatnya sangat spesifik.
8. Black-winged Lovebird (Agapornis taranta)
Spesies terbesar dari semua lovebird, dengan panjang tubuh 16-17 cm. Jantan memiliki kening merah mencolok, sedangkan betina bersayap hitam. Endemis di dataran tinggi Ethiopia dan Eritrea.
9. Lovebird Topeng (Subspesies Agapornis personatus)
Sama seperti lovebird kolar kuning, namun lebih dikenal dengan nama lokal "topeng" di Indonesia karena wajah hitam pekatnya. Populer di pasar burung lokal.
10. Masked Lovebird (Sinonim dari Agapornis personatus)
Disebut demikian karena tampilan wajah seperti memakai topeng. Merupakan nama lain dari lovebird kolar kuning/topeng dan tergolong dalam spesies yang sama.
Setiap spesies lovebird memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi warna, ukuran, hingga habitat aslinya.
Para pencinta burung dapat memilih jenis yang sesuai untuk dipelihara maupun dikembangbiakkan dengan memahami karakteristik lovebird.
Selain mempercantik rumah dengan suara merdu dan bulu cerah, lovebird juga menjadi simbol ikatan yang kuat karena dikenal setia pada pasangannya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi