Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bongkar Rahasia Amunisi, Ini Fungsi dan Isi Peluru yang Jarang Diketahui

Bayu Shaputra • Selasa, 13 Mei 2025 | 20:35 WIB
Ilustrasi Peluru Mortir (Ilustrasi AI).
Ilustrasi Peluru Mortir (Ilustrasi AI).

RadarBanyuwangi.id - Amunisi adalah bagian penting dalam sistem senjata api, dan terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja secara harmonis untuk menghasilkan tembakan yang efektif.

Dalam artikel ini, kita akan membahas struktur dasar amunisi modern, termasuk selongsong, primer, bubuk mesiu (propelan), dan proyektil atau peluru.

Pemahaman mengenai tiap komponen tidak hanya penting bagi profesional di bidang militer atau kepolisian, tetapi juga bagi masyarakat umum yang tertarik pada dunia balistik dan teknologi senjata api.

1. Selongsong (Casing): Penopang Utama Komponen Amunisi

Selongsong berfungsi menampung seluruh elemen amunisi. Umumnya terbuat dari kuningan, campuran 70 persen tembaga dan 30 persen seng, karena ketahanannya terhadap korosi, kemudahan pembentukan, serta kemampuannya untuk digunakan kembali.

Jenis lain menggunakan baja plated tembaga atau aluminium untuk varian amunisi ringan. Ukuran diameter bervariasi tergantung senjata, misalnya 9 mm untuk pistol hingga 7,62×51 mm untuk senapan.

2. Primer: Pemantik Awal Ledakan

Primer berada di dasar selongsong dan berfungsi untuk memicu pembakaran propelan. Terdapat dua jenis primer utama:

Primer mengandung bahan kimia seperti lead styphnate, barium nitrat, dan antimon sulfida, yang akan menyala dan menghasilkan percikan saat dipukul oleh firing pin.
Massa bahan primer sangat kecil, sekitar 3-5 mg saja.

3. Bubuk Mesiu (Propelan): Sumber Daya Dorong

Propelan modern menggunakan:

Butiran propelan berukuran 0,3-1,2 mm, dilapisi stabilisator agar tetap efektif meski disimpan bertahun-tahun.

Saat dipicu primer, propelan terbakar dalam waktu 1/10.000 detik, menghasilkan gas panas hingga 2.000 derajat Celcius dan tekanan puncak 2.000-3.000 bar, yang mendorong proyektil ke luar laras.

4. Proyektil (Peluru): Bagian yang Meluncur Menuju Target

Proyektil adalah bagian amunisi yang ditembakkan. Ada dua jenis utama:

Ukuran dan berat peluru, misalnya 9 mm Luger dengan bobot antara 115-147 grain (7,5-9,5 g) yang mempengaruhi kecepatan, daya tembus, dan energi kinetiknya.

Varian Khusus Amunisi

Selain jenis standar, terdapat varian khusus seperti:

Setiap komponen dalam amunisi memiliki peran krusial yang saling menunjang dalam menciptakan proses tembak yang efisien dan presisi.

Mulai dari selongsong sebagai penopang, primer sebagai pemicu, propelan sebagai pendorong, hingga proyektil sebagai penentu akurasi dan daya hancur, seluruhnya dirancang dengan perhitungan ilmiah yang cermat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#amunisi #peluru