RadarBanyuwangi.id - Burung kenari telah lama dikenal sebagai salah satu burung peliharaan paling digemari di dunia.
Bukan hanya karena suara merdunya yang khas, namun juga karena sejarah panjang, perilaku unik, dan nilai budaya yang melekat padanya.
Berikut adalah sepuluh fakta menarik seputar burung kenari yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat.
1. Asal-Usul Nama “Kenari”
Nama “kenari” berasal dari Kepulauan Canary di Samudera Atlantik, tempat burung ini pertama kali ditemukan oleh pelaut Eropa pada abad ke-15.
Meski di Indonesia “kenari” juga merujuk pada jenis pohon, keduanya tidak memiliki kaitan secara biologis.
2. Termasuk Keluarga Finch
Secara taksonomi, kenari termasuk keluarga finch (pipit), namun berbeda karena bersifat soliter di alam liar.
Ini menjadikannya lebih cocok dipelihara secara individu dalam kandang, ketimbang berkelompok seperti finch lainnya.
3. Bulu Bervariasi, Bukan Hanya Kuning
Lewat proses pemuliaan yang panjang, kenari kini hadir dalam berbagai warna, dari putih, oranye, merah, hijau pucat, serta kuning.
Warna ini diklasifikasikan ke dalam varian lipochromic (tanpa melanin) dan melanistic (mengandung melanin), memperkaya nilai estetika.
4. Jantan Lebih Pandai Berkicau
Hanya kenari jantan yang dapat menyanyikan lagu panjang dan kompleks. Kicauan ini digunakan untuk menarik pasangan serta mempertahankan wilayah. Kenari betina hanya mengeluarkan bunyi pendek dan sederhana.
5. Molting Sekali Setahun
Kenari mengalami molting atau pergantian bulu sekitar sekali setahun, biasanya terjadi antara Juli hingga Oktober. Pada masa ini, kenari umumnya tidak berkicau karena fokus menumbuhkan bulu baru.
6. Kicauan Sebagai Bahasa
Kicauan kenari memiliki fungsi komunikatif, termasuk menandai teritori dan menarik betina. Beberapa kenari bahkan mampu meniru suara burung lain atau lingkungan, menunjukkan kapasitas vokal yang mengesankan.
7. Teritorial dalam Kandang
Meski terlihat jinak, kenari bisa menunjukkan sikap agresif bila ditempatkan terlalu dekat dengan sesama kenari.
Untuk menghindari konflik, satu ekor per kandang berukuran minimal 45×35×45 cm sangat dianjurkan.
8. Kontes Kicau di Indonesia
Di Indonesia, lomba kicau kenari digelar secara rutin, terutama di kota-kota besar seperti Yogyakarta.
Penilaian biasanya meliputi volume, kejernihan nada, dan keragaman lagu, menjadikannya ajang yang dinantikan para pecinta burung.
9. Kenari Sebagai Alarm Tambang
Pada abad ke-19, kenari digunakan di tambang batu bara sebagai indikator gas beracun. Jika burung tiba-tiba berhenti berkicau, para pekerja segera mengevakuasi lokasi karena berpotensi terjadi kebocoran gas.
10. Perawatan Harian yang Optimal
Agar kenari tetap sehat dan aktif berkicau, diperlukan perawatan rutin:
- Beri pakan berkualitas
- Mandikan dua kali seminggu
- Jaga suhu kandang antara 18-24 derajat Celcius
- Gunakan kandang dengan jarak sela batang kurang dari atau sama dengan 1 cm.
(*)
Editor : Lugas Rumpakaadi