Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

10 Fakta Unik Tentang Kenari, Dari Tambang Batu Bara Hingga Kontes Kicau

Bayu Shaputra • Senin, 12 Mei 2025 | 08:15 WIB
Burung Kenari (YouTube Piorac Bird Lovers).
Burung Kenari (YouTube Piorac Bird Lovers).

RadarBanyuwangi.id - Burung kenari telah lama dikenal sebagai salah satu burung peliharaan paling digemari di dunia.

Bukan hanya karena suara merdunya yang khas, namun juga karena sejarah panjang, perilaku unik, dan nilai budaya yang melekat padanya.

Berikut adalah sepuluh fakta menarik seputar burung kenari yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat.

1. Asal-Usul Nama “Kenari”

Nama “kenari” berasal dari Kepulauan Canary di Samudera Atlantik, tempat burung ini pertama kali ditemukan oleh pelaut Eropa pada abad ke-15.

Meski di Indonesia “kenari” juga merujuk pada jenis pohon, keduanya tidak memiliki kaitan secara biologis.

2. Termasuk Keluarga Finch

Secara taksonomi, kenari termasuk keluarga finch (pipit), namun berbeda karena bersifat soliter di alam liar.

Ini menjadikannya lebih cocok dipelihara secara individu dalam kandang, ketimbang berkelompok seperti finch lainnya.

3. Bulu Bervariasi, Bukan Hanya Kuning

Lewat proses pemuliaan yang panjang, kenari kini hadir dalam berbagai warna, dari putih, oranye, merah, hijau pucat, serta kuning.

Warna ini diklasifikasikan ke dalam varian lipochromic (tanpa melanin) dan melanistic (mengandung melanin), memperkaya nilai estetika.

4. Jantan Lebih Pandai Berkicau

Hanya kenari jantan yang dapat menyanyikan lagu panjang dan kompleks. Kicauan ini digunakan untuk menarik pasangan serta mempertahankan wilayah. Kenari betina hanya mengeluarkan bunyi pendek dan sederhana.

5. Molting Sekali Setahun

Kenari mengalami molting atau pergantian bulu sekitar sekali setahun, biasanya terjadi antara Juli hingga Oktober. Pada masa ini, kenari umumnya tidak berkicau karena fokus menumbuhkan bulu baru.

6. Kicauan Sebagai Bahasa

Kicauan kenari memiliki fungsi komunikatif, termasuk menandai teritori dan menarik betina. Beberapa kenari bahkan mampu meniru suara burung lain atau lingkungan, menunjukkan kapasitas vokal yang mengesankan.

7. Teritorial dalam Kandang

Meski terlihat jinak, kenari bisa menunjukkan sikap agresif bila ditempatkan terlalu dekat dengan sesama kenari.

Untuk menghindari konflik, satu ekor per kandang berukuran minimal 45×35×45 cm sangat dianjurkan.

8. Kontes Kicau di Indonesia

Di Indonesia, lomba kicau kenari digelar secara rutin, terutama di kota-kota besar seperti Yogyakarta.

Penilaian biasanya meliputi volume, kejernihan nada, dan keragaman lagu, menjadikannya ajang yang dinantikan para pecinta burung.

9. Kenari Sebagai Alarm Tambang

Pada abad ke-19, kenari digunakan di tambang batu bara sebagai indikator gas beracun. Jika burung tiba-tiba berhenti berkicau, para pekerja segera mengevakuasi lokasi karena berpotensi terjadi kebocoran gas.

10. Perawatan Harian yang Optimal

Agar kenari tetap sehat dan aktif berkicau, diperlukan perawatan rutin:

(*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#fakta unik #kenari