RadarBanyuwangi.id - Alpukat Aligator, atau yang kerap dijuluki "Giant Avocado", merupakan varietas alpukat unggul yang berasal dari Meksiko.
Dengan bentuk buah yang unik dan ukuran yang mengesankan, alpukat ini telah menarik perhatian para petani dan pecinta buah di Indonesia.
Baca Juga: 5 Macam Ubi Jalar yang Populer untuk Ubi Panggang atau Bakar
Asal-Usul dan Penyebaran
Alpukat Aligator pertama kali diimpor ke Indonesia oleh seorang petani buah di Jawa Timur. Melalui teknik okulasi, varietas ini berhasil dikembangkan dan dibudidayakan di berbagai daerah, termasuk Blitar dan Banyuwangi.
Di Banyuwangi, misalnya, telah dikembangkan lahan seluas 20 hektare untuk pertanian alpukat aligator, dengan rencana ekspansi hingga 200 ribu pohon.
Baca Juga: Mayur Kamtibmas, Inovasi Polresta Banyuwangi Perkuat Hubungan Polri dan Masyarakat
Ciri Khas dan Keunggulan
Alpukat Aligator dikenal dengan bentuk buahnya yang unik, bulat memanjang dan membesar di bagian bawah, menyerupai moncong aligator.
Panjang buahnya bisa mencapai 70–80 cm dengan berat antara 700 gram hingga 1,13 kilogram. Daging buahnya tebal, berwarna kuning mentega, dan memiliki tekstur lembut serta rasa gurih khas alpukat mentega.
Selain itu, alpukat ini memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap cuaca dingin, toleran hingga suhu -7 derajat Celcius, dan dapat tumbuh optimal pada kisaran suhu 12,8–28,3 derajat Celcius.
Tanaman ini juga toleran terhadap iklim kering dan dapat tumbuh baik di ketinggian 300–2.000 meter di atas permukaan laut.
Budidaya dan Potensi Ekonomi
Budidaya alpukat aligator relatif mudah dan cocok untuk pemula. Tanaman ini mulai berbuah pada usia 2–5 tahun dan dapat dipanen dua kali dalam setahun. Dalam satu kali panen, satu pohon dapat menghasilkan 70–100 kilogram buah.
Harga jual alpukat aligator di pasaran cukup tinggi, sekitar Rp45.000 per kilogram, menjadikannya sebagai komoditas yang menguntungkan bagi petani. Selain itu, permintaan pasar yang terus meningkat membuka peluang ekspor ke berbagai negara. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi