RadarBanyuwangi.id - Alpukat Hass, dengan kulit gelap dan tekstur lembutnya, kini mendominasi pasar global.
Namun, siapa sangka varietas ini berawal dari kegagalan grafting di halaman seorang tukang pos di California?
Pada tahun 1926, Rudolph Hass, seorang tukang pos di Pasadena, California, membeli beberapa bibit alpukat dari A.R. Rideout untuk ditanam di lahannya seluas 1,5 hektar di La Habra Heights.
Salah satu bibit tersebut menolak grafting dari varietas Fuerte yang populer saat itu. Alih-alih menebangnya, atas saran seorang grafter profesional, Hass membiarkan pohon itu tumbuh.
Pohon tersebut kemudian menghasilkan buah dengan kulit kasar dan rasa yang kaya, berbeda dari varietas lain yang ada.
Buah dari pohon tersebut disukai oleh keluarga Hass dan rekan-rekannya di kantor pos. Melihat potensi komersialnya, Hass mulai menjual buah ini ke toko-toko lokal, termasuk Model Grocery Store di Pasadena, yang melayani pelanggan kelas atas.
Pada tahun 1935, Hass mematenkan varietas ini dengan nama "Hass", menjadikannya alpukat pertama yang dipatenkan di AS.
Namun, karena banyak petani menggandakan pohon ini tanpa izin, Hass hanya memperoleh sekitar $5.000 dari patennya selama 17 tahun.
Dominasi Global dan Warisan
Meskipun awalnya kurang menguntungkan bagi Hass, varietas ini berkembang pesat. Dengan keunggulan seperti hasil panen yang tinggi, umur simpan yang lama, dan rasa yang kaya, alpukat Hass kini menyumbang lebih dari 80% produksi alpukat di AS dan 95 persen di California. Semua pohon Hass di dunia berasal dari satu pohon induk yang ditanam oleh Hass.
Pohon Induk dan Peninggalannya
Pohon induk Hass berdiri kokoh di La Habra Heights hingga tahun 2002, sebelum akhirnya ditebang karena penyakit akar.
Sebagai penghormatan, kota tersebut mengadakan Festival Alpukat tahunan untuk merayakan warisan Hass. Pohon ini menjadi simbol inovasi dan ketekunan dalam pertanian. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi