RadarBanyuwangi.id - Alpukat mentega, dengan daging buahnya yang tebal, berwarna kuning cerah, dan tekstur lembut tanpa serat, telah menjadi primadona di kalangan pecinta buah tropis.
Keunggulan rasa legit dan gurih membuatnya digemari, bahkan tanpa tambahan pemanis. Namun, di balik kelezatannya, tersimpan kisah menarik tentang asal-usul dan perkembangan varietas ini di Indonesia.
Asal-Usul dan Penyebaran di Indonesia
Alpukat (Persea americana) berasal dari Amerika Tengah, khususnya Meksiko, dan telah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu. Di Indonesia, alpukat diperkenalkan pada abad ke-18 oleh pedagang Spanyol, sekitar tahun 1750.
Seiring waktu, berbagai varietas alpukat mulai dikembangkan dan dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia.
Alpukat Mentega: Varietas Unggul dari Penyimpangan Genetik
Menariknya, alpukat mentega bukan hasil rekayasa genetika, melainkan muncul secara alami melalui penyimpangan genetik.
Penyimpangan ini menghasilkan varietas dengan karakteristik unggul: daging buah tebal, berwarna kuning seperti mentega, tekstur lembut tanpa serat, dan rasa yang legit serta gurih.
Selain itu, alpukat mentega memiliki keunggulan lain seperti tahan terhadap serangan hama dan mampu berbuah sepanjang tahun, bahkan bisa dipanen 2–3 kali setahun.
Perkembangan dan Budidaya di Indonesia
Di Indonesia, alpukat mentega telah banyak dibudidayakan di berbagai daerah, termasuk Depok, Jawa Barat. Salah satu varietas terkenal adalah alpukat Miki, yang dikembangkan oleh Haji Yunus Junaidi.
Alpukat Miki memiliki daging buah tebal, berwarna kuning cerah, dan rasa manis yang khas. Keunggulan lainnya adalah pohonnya yang tahan terhadap hama dan mampu berbuah pada usia muda, sekitar 3–4 tahun setelah tanam.
Potensi dan Manfaat Alpukat Mentega
Alpukat mentega tidak hanya unggul dari segi rasa, tetapi juga kaya akan nutrisi. Buah ini mengandung lemak tak jenuh, vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi