RadarBanyuwangi.id - Tumbuhan turi merah Sesbania grandiflora var. rubra mungkin terlihat biasa saja di pekarangan, tapi siapa sangka tanaman ini menyimpan banyak manfaat?
Dengan bunga berwarna merah terang dan bentuk unik menyerupai paruh burung, turi merah sering dijumpai di pedesaan sebagai tanaman pagar atau peneduh.
Turi merah bukan cuma cantik. Bunga dan daunnya bisa diolah menjadi sayur, terutama untuk urap atau pecel. Rasanya lembut, sedikit pahit, namun menyegarkan.
Bagi sebagian orang Jawa, bunga turi adalah bagian penting dari sajian tradisional yang kaya akan gizi.
Tumbuhan ini mengandung vitamin A, C, kalsium, dan zat besi. Daunnya dipercaya bisa membantu meredakan demam, nyeri, dan gangguan pencernaan.
Dalam pengobatan tradisional, bunga dan daunnya juga digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui.
Akar tanaman turi membantu menyuburkan tanah karena bisa mengikat nitrogen dari udara. Tak heran jika petani menanamnya di tepi sawah sebagai pupuk hijau alami.
Turi merah juga menjadi rumah dan sumber nektar bagi lebah serta kupu-kupu. Dengan menanam turi merah di halaman, kita ikut membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
Meski kini jarang dibicarakan, tumbuhan turi merah adalah warisan alam yang murah, mudah tumbuh, dan penuh manfaat.
Menanamnya di rumah bisa menjadi langkah kecil untuk kesehatan keluarga sekaligus pelestarian tanaman lokal. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi