Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ribuan Ijazah SMA/SMK di Banyuwangi Tertahan di Sekolah? Kacabdin Jatim Banyuwangi: Hampir Tuntas

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:13 WIB
JEMPUT BOLA: Guru SMKN 1 Glagah mengantar ijazah langsung kepada siswa.
JEMPUT BOLA: Guru SMKN 1 Glagah mengantar ijazah langsung kepada siswa.

RADARBANYUWANGI.ID – Program penuntasan pengambilan ijazah bagi para lulusan sekolah setingkat SMA/SMK negeri di Banyuwangi menunjukkan hasil yang signifikan.

Dari total 8.886 ijazah yang sebelumnya tidak diambil di sekolah, kini 8.871 di antaranya telah didistribusikan kepada seluruh siswa.

Program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut telah berjalan sejak awal April 2025 lalu.

Sekolah, terutama sekolah negeri, dilarang menahan ijazah siswa dengan alasan apa pun.

Sejak saat itu, sekolah-sekolah mulai secara masif menghubungi para alumni untuk mengambil ijazah mereka yang masih tersimpan di sekolah.

Bahkan, beberapa sekolah mengambil inisiatif untuk mengantarkan langsung ijazah ke rumah siswa yang bersangkutan demi mempercepat proses distribusi.

Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi Arief Ainur Rozie mengatakan, seluruh ijazah sejak kelulusan tahun 2024 ke belakang dapat diambil siswa secara gratis di sekolah.

Siswa dipersilakan mengambil langsung ke sekolah tanpa harus menyelesaikan tanggungan apa pun. Pihaknya juga mendorong sekolah untuk mempercepat distribusi ijazah kepada pemiliknya.

”Sudah hampir tuntas seluruhnya, terutama sekolah negeri. Mungkin hanya tersisa belasan saja yang belum terkirim. Beberapa SMA dan SMK juga sudah melaporkan jika 100 persen ijazah yang sempat tertahan di sekolah sudah seluruhnya diambil atau diterima mantan siswa,” papar Arief.

Menurut Arief, ada beberapa faktor penyebab tidak diambilnya ijazah. Pertama, sebagian siswa sudah bekerja sehingga merasa tidak perlu mengambil ijazah di sekolah. Kedua, banyak siswa yang sudah berkuliah.

”SNPMB kan digelar sebelum ijazah keluar, jadi banyak siswa yang mendaftar menggunakan surat keterangan lulus. Setelah itu mereka kuliah, jadi ijazahnya dibiarkan di sekolah,” terangnya.

Baca Juga: Dispendik Banyuwangi Musnahkan Ribuan Blangko Ijazah Tak Terpakai

Alasan ketiga yang kerap kali menjadi perdebatan adalah adanya siswa yang sengaja tidak mengambil ijazahnya karena merasa memiliki tanggungan di sekolah.

Mereka yang belum bisa melunasi merasa tidak enak untuk mengambil ijazah. Padahal, di sekolah negeri, ijazah tetap bisa diambil karena tidak ada kaitannya dengan kelulusan siswa.

”Sekarang semua bisa diambil, mau ada tanggungan atau tidak,” imbuh Arief.

Terkait dengan sekolah swasta, Arief mengatakan bahwa proses pengambilan ijazah masih terus berjalan.

Aturan untuk pengambilan tetap sama seperti sekolah negeri. Siswa yang ijazahnya tertahan dapat mendatangi sekolah untuk mengambil dokumen tersebut.

”Kami sudah menyampaikan juga ke sekolah swasta, jadi silakan diambil. Terutama untuk siswa yang memperoleh Program Indonesia Pintar (PIP),” terangnya.

Namun, Arief tidak memungkiri jika ada beberapa sekolah swasta yang selama ini meminta siswa melunasi tanggungannya sebelum bisa mengambil ijazah, terutama sekolah yang bernaung di bawah yayasan.

”Untuk siswa yang mengalami kendala di sekolah swasta bisa datang ke cabang dinas. Nanti akan kami bantu, namanya sudah tidak bisa membayar bagaimana lagi. Tidak bisa dipaksa,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#sma #SMK #Cabang Dinas Pendidikan #ijazah tertahan #sekolah #jawa timur #banyuwangi