Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Lokal Banyuwangi

Ali Sodiqin • Kamis, 8 Mei 2025 | 17:20 WIB
Peserta bimtek kepenulisan berbasis konten lokal bertema toponimi wilayah foto bersama di Aula Dispursip, Rabu (6/5/2025). (Gerda Sukarno/Radar Banyuwangi).
Peserta bimtek kepenulisan berbasis konten lokal bertema toponimi wilayah foto bersama di Aula Dispursip, Rabu (6/5/2025). (Gerda Sukarno/Radar Banyuwangi).

RADARBANYUWANGI .ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Lokal dengan tema “Toponimi Wilayah di Kabupaten Banyuwangi” pada Selasa (6/5/2025).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Zen Kostolani, M.Si., di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Banyuwangi, Dr. Alfian, M.Pd., serta diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum dari seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis berbasis konten lokal, khususnya mengenai toponimi yang merupakan bagian penting dari identitas dan sejarah daerah.

Kepala Dinas Perpustakaan, Drs. Zen Kostolani, M.Si., menekankan pentingnya toponimi sebagai elemen yang mencerminkan identitas budaya dan sejarah suatu daerah.

“Toponimi bukan hanya sekadar nama tempat, tetapi juga menyimpan cerita dan makna yang mendalam tentang budaya kita,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Dr. H. Alfian, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi berbasis budaya lokal.

“Kegiatan ini sangat penting untuk mendorong generasi muda memahami dan menulis tentang kekayaan budaya yang ada di Banyuwangi,” tambahnya.

Dalam Bimtek ini, tiga narasumber berkompeten hadir untuk menyampaikan materi.

Drs. Suhalik membahas sejarah toponimi, Hervina Nurullita, M.A. menjelaskan metodologi kajian toponimi, dan Samsudin Adlawi, S.Pd. memberikan pelatihan tentang teknik penulisan feature.

Para peserta tampak antusias berdiskusi dan belajar menulis cerita yang berbasis pada budaya lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi jangka panjang yang diharapkan dapat menghasilkan tulisan-tulisan tentang toponimi yang akan diterbitkan menjadi buku oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi.

Dengan demikian, diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya toponimi dan budaya lokal semakin meningkat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Toponimi #kepenulisan #bimtek #perpustakaan dan kearsipan #Dinas Perpusip #lokal #banyuwangi