RADARBANYUWANGI.ID – Persiapan pembukaan Sekolah Rakyat (SR) terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga Selasa (6/5) tercatat sudah ada 257 pendaftar dari target kebutuhan awal sebanyak 125 siswa. SR merupakan program pendidikan berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menyebutkan, jumlah siswa untuk jenjang SMP telah terpenuhi dengan total 50 anak.
Namun, untuk jenjang SD dan SMA, jumlah pendaftar masih belum mencukupi sehingga proses penjaringan tetap dilanjutkan.
Sesuai pagu, tahun ini terdapat 5 rombongan belajar (rombel), terdiri atas 2 kelas SMP dan 2 kelas SMA, dan 1 kelas SD. Masing-masing berisi 25 siswa. Rekrutmen siswa dilakukan melalui verifikasi data DTSEN Kemensos, diutamakan bagi anak-anak dari keluarga dalam desil 1 dan 2.
”Untuk SMP sudah terpenuhi, SD dan SMA masih kurang. Dari tim PKH, terus melakukan penjaringan melalui pendekatan langsung ke calon siswa dan keluarga,” kata Suratno kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Selasa (6/5).
Perihal kebutuhan jumlah guru ajar, Suratno mengaku belum mendapatkan petunjuk teknis rekrutmen. Saat ini, fokus sementara masih berupa seleksi calon Kepala sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMA.
”Soal guru belum ada juknis lanjutan. Apakah nanti penempatan guru PPPK yang sedang menunggu SK, ataukah mutasi dari guru yang ada, kami belum tahu,” ujarnya.
Sementara dari sisi kesiapan lokasi, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Henik Setyorini telah melakukan cek kesiapan di Gedung Balai Diklat PNS di Kecamatan Licin.
Hasil pengecekan lokasi menunjukkan bahwa beberapa perbaikan minor diperlukan. Kementerian Pekerjaan Umum dijadwalkan mulai melakukan renovasi ringan mulai Mei 2025.
”Ada sedikit perbaikan yang harus dilakukan dan mungkin penambahan bangunan lainnya yang diperlukan,” kata Henik.
Sedangkan untuk tenaga kependidikan non-guru seperti tata usaha, bendahara, operator sekolah, pengasuh asrama, satpam, cleaning service, dan juru masak, telah diminta usulannya dan sedang dalam proses perekrutan.
Henik menjelaskan, Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai boarding school penuh, yang tidak hanya menyediakan pendidikan formal tetapi juga layanan kebutuhan dasar siswa.
Setiap siswa akan mendapatkan makan tiga kali sehari dan asrama disiapkan dengan kapasitas enam orang per kamar.
Selain itu, fasilitas pendidikan keagamaan juga disiapkan. Kebutuhan pendidikan ngaji, nantinya juga akan diurus oleh pengasuh asrama.
”Tenaga non-guru masih proses rekrutmen. Kemudian untuk makan di asrama dapat tiga kali setiap hari. Satu kamar asrama bisa ditempati sampai enam orang,” katanya. (cw4/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin