RadarBanyuwangi.id - Pohon kelapa, yang dikenal sebagai "pohon seribu manfaat", tidak hanya memberikan air dan daging buahnya, tetapi juga telah menjadi bahan utama dalam pembuatan berbagai mainan tradisional di Indonesia.
Dari Sabang hingga Merauke, masyarakat memanfaatkan bagian-bagian pohon kelapa, seperti batok dan pelepahnya, untuk menciptakan mainan yang unik dan sarat makna budaya.
Salah satu mainan tradisional yang populer adalah egrang batok. Mainan ini terbuat dari tempurung kelapa yang dibelah menjadi dua, kemudian dilubangi dan diberi tali sebagai pegangan.
Anak-anak memasukkan kaki mereka ke dalam batok dan berjalan dengan bantuan tali, melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.
Di Blitar, permainan ini masih dimainkan oleh anak-anak sepulang sekolah, seperti yang dilakukan oleh Keisa dan Rara di Dukuh Maron, Desa Selokajang, Srengat.
Di Bogor, Jawa Barat, terdapat permainan tradisional bernama bakiak batok. Permainan ini menggunakan batok kelapa yang dibelah dan dikaitkan pada seutas tali lentur.
Cara memainkannya mirip dengan egrang batok, namun bakiak batok biasanya dimainkan secara berkelompok dan sering dijadikan ajang lomba dalam perayaan Seren Taun di Kampung Budaya Sindang Barang.
Selain itu, ada juga gasing batok, mainan tradisional yang terbuat dari tempurung kelapa kecil. Gasing ini diputar dengan tali dan menjadi hiburan yang menyenangkan bagi anak-anak di berbagai daerah.
Proses pembuatannya sederhana dan dapat dilakukan bersama-sama, mempererat kebersamaan antar anak-anak. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi