RadarBanyuwangi.id - Genjer (Limnocharis flava), tumbuhan air yang kerap tumbuh liar di rawa, sawah, dan parit, ternyata memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Selain dikenal sebagai sayuran lokal yang kaya gizi, genjer juga berfungsi sebagai agen alami dalam proses fitoremediasi, yaitu kemampuan tanaman untuk menyerap dan mengurangi polutan dari lingkungan.
Penelitian menunjukkan bahwa genjer mampu menyerap logam berat seperti timbal (Pb) dan tembaga (Cu) dari air yang tercemar.
Baca Juga: 6 Manfaat Jantung Pisang untuk Kesehatan, Superfood Lokal yang Kaya Nutrisi
Dalam sebuah studi, genjer yang ditanam dalam media yang mengandung logam berat menunjukkan kemampuan menyerap Pb hingga 30 persen dan Cu hingga 55 persen dalam waktu 10 hari.
Kemampuan ini menjadikan genjer sebagai pilihan potensial untuk membersihkan perairan dari kontaminasi logam berat.
Selain itu, genjer juga berperan dalam mengurangi kadar amonia dalam sistem budidaya ikan. Dalam penelitian yang melibatkan budidaya ikan nila, keberadaan genjer membantu menurunkan konsentrasi amonia yang berbahaya bagi ikan, sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman genjer itu sendiri.
Hal ini menunjukkan bahwa genjer dapat digunakan dalam sistem akuaponik untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi ikan dan tanaman.
Keberadaan genjer juga memberikan manfaat bagi ekosistem secara keseluruhan. Sebagai tanaman air, genjer menyediakan habitat bagi berbagai organisme perairan, membantu menjaga kualitas air, dan mendukung keanekaragaman hayati.
Dengan demikian, pelestarian genjer tidak hanya penting untuk konsumsi manusia, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Melihat berbagai manfaat tersebut, penting bagi kita untuk lebih mengenal dan memanfaatkan genjer, baik sebagai sumber pangan maupun sebagai agen pemulihan lingkungan.
Dengan pendekatan yang tepat, genjer dapat menjadi solusi alami dalam upaya menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan perairan kita. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi