RadarBanyuwangi.id - Musim cumi-cumi selalu menjadi momen yang dinantikan para nelayan dan pemancing laut.
Dalam waktu-waktu tertentu setiap tahun, cumi-cumi bermigrasi mendekati perairan dangkal untuk berkembang biak, dan inilah saat terbaik untuk menangkapnya.
Biasanya, musim cumi datang antara bulan April hingga Juli, tetapi bulan ini tergantung kondisi cuaca dan suhu air laut.
Ciri khas musim ini adalah perairan yang mulai dipenuhi cahaya dari lampu-lampu perahu pemancing di malam hari.
Cumi aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya, sehingga memancingnya pun sering dilakukan saat malam hari. Aktivitas ini bahkan menjadi daya tarik wisata di beberapa daerah pesisir.
Para pemancing mempersiapkan alat khusus pancing cumi yang berbeda dari pancing ikan biasa. Umpannya berupa tiruan ikan kecil berkilau, dan kailnya berbentuk unik menyerupai sangkar ayam terbalik dengan jarum tajam yang banyak.
Teknik memancing pun berbeda, lebih mengandalkan gerakan menarik-narik umpan agar cumi tertarik menyambar.
Musim cumi bukan hanya membawa kesibukan di laut, tetapi juga berdampak pada ekonomi warga pesisir.
Harga cumi segar meningkat karena permintaan tinggi dari pasar lokal hingga luar daerah. Banyak keluarga nelayan mengandalkan hasil tangkapan cumi untuk menambah penghasilan utama.
Namun, di balik peluang ini, penting juga menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penangkapan yang berlebihan bisa mengganggu populasi cumi di tahun-tahun berikutnya. Apa kalian sering memakan cumi-cumi saat musimnya tiba? (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi