RadarBanyuwangi.id – Pakis, tumbuhan paku yang dikenal sebagai sayuran lezat dan tanaman hias, memiliki nilai ekonomi yang signifikan di Indonesia.
Produksi pakis tersebar di berbagai daerah, namun beberapa provinsi menunjukkan dominasi dalam jumlah produksi.
Jawa Tengah Pusat Produksi Pakis Nasional
Data dari Badan Pusat Statistik tahun 2022 mencatat bahwa Indonesia memproduksi sekitar 15,3 juta pohon pakis.
Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah menyumbang sekitar 97 persen dari total produksi nasional, menjadikannya provinsi dengan produksi pakis terbanyak di Indonesia.
Provinsi Lain dengan Produksi Signifikan
Selain Jawa Tengah, beberapa provinsi lain juga berkontribusi dalam produksi pakis:
- Jawa Barat: Dengan produksi sekitar 237.836 pohon pakis, Jawa Barat menempati posisi kedua sebagai penghasil pakis terbanyak.
- Jawa Timur: Menyusul di posisi ketiga dengan produksi mencapai 61.549 pohon pakis.
- Kalimantan Barat: Memproduksi sekitar 25.183 pohon pakis, menempati posisi keempat.
- Kalimantan Timur: Dengan produksi sebanyak 9.461 pohon pakis, berada di posisi kelima.
- Daerah Istimewa Yogyakarta: Menutup daftar enam besar dengan produksi sekitar 6.743 pohon pakis.
Kabupaten Magelang Potensi Ekspor ke Pasar Internasional
Kabupaten Magelang, khususnya daerah lereng Gunung Sumbing, telah menunjukkan potensi ekspor daun pakis ke pasar internasional.
Sejak tahun 2020, daerah ini rutin mengirimkan sekitar 18-20 ton daun pakis per tahun ke Jepang dan Australia.
Daun pakis dari Magelang diminati sebagai hiasan di Jepang, menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki nilai tambah di pasar global.
Dominasi Jawa Tengah dalam produksi pakis menunjukkan potensi besar dalam pengembangan agribisnis dan ekspor komoditas ini.
Dengan dukungan dari provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan, serta potensi ekspor dari daerah seperti Magelang, pakis dapat menjadi komoditas unggulan yang mendukung perekonomian lokal dan nasional. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi