Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sekolah Rakyat di Banyuwangi Berbentuk Boarding School, Tahap Awal untuk 100 Siswa

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 2 Mei 2025 | 15:18 WIB
Kompleks Balai Diklat PNS Banyuwangi di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Tempat ini akan dimanfaatkan untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat di Bumi Blambangan.
Kompleks Balai Diklat PNS Banyuwangi di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Tempat ini akan dimanfaatkan untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat di Bumi Blambangan.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemkab Banyuwangi terus mematangkan persiapan pembukaan Sekolah Rakyat (SR).

Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada Juli mendatang. Tahap awal, tersedia 100 kuota siswa jenjang SMP dan SMA dengan empat rombongan belajar (rombel).

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

”Program ini berbentuk boarding school (sekolah berasrama) dengan seluruh biaya pendidikannya ditanggung penuh oleh pemerintah,” ujarnya, Kamis (1/5).

Calon siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak usia sekolah dari keluarga miskin. Terutama mereka yang berada di dua desil awal dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).

Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat terdiri atas dua rombel kelas 1 SMP dan dua rombel kelas 1 SMA. Masing-masing rombel akan diisi 25 siswa sehingga total ada 100 siswa. 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB (Dinsos-PPKB) Banyuwangi Henik Setyorini mengatakan, calon siswa didapatkan dari usulan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), desa, dan kelurahan. Selanjutnya, calon peserta akan diseleksi melalui berbagai tahapan.

Seleksi calon peserta Sekolah Rakyat dimulai dari seleksi administrasi untuk memastikan bahwa mereka termasuk dalam desil 1 dan 2 DTSEN.

Kemudian dilanjutkan tes potensi akademik, psikotes, kunjungan rumah, dan wawancara dengan orang tua, serta pemeriksaan kesehatan.

”Saat ini petugas PKH juga rajin turun ke lapangan untuk melakukan jemput bola menjaring calon siswa berdasarkan pre-list dari Kemensos. Anak-anak miskin yang saat ini sudah kelas 6 SD dan kelas 9 SMP akan dikunjungi dan ditawarkan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026 nanti,” beber Henik.

Proses pembelajaran Sekolah Rakyat, imbuh Henik, akan dilaksanakan di Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PNS di Kecamatan Licin. (fre/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Boarding School #Sekolah Rakyat #banyuwangi