Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berdiri sejak 1956, TK Siwi Peni 1 Banyuwangi Beri Bekal Siswa Menuju SD

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 30 April 2025 | 19:00 WIB
Siswa TK Siwi Peni 1 menjalani proses belajar dan bermain di lembaga pendidikan yang berlokasi di belakang Stadion Diponegoro Banyuwangi.
Siswa TK Siwi Peni 1 menjalani proses belajar dan bermain di lembaga pendidikan yang berlokasi di belakang Stadion Diponegoro Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID – Pendidikan bagi anak-anak pra-sekolah dasar (SD) sudah disiapkan TK Siwi Peni 1 Banyuwangi sejak 69 tahun silam.

TK yang berada tepat di belakang Stadion Diponegoro itu hingga kini masih menjadi favorit banyak orang tua untuk menyiapkan bekal bagi putra-putri mereka sebelum menempuh pendidikan SD.

Satu hal yang terus berusaha dipertahankan TK yang berada di bawah Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional 17 Agustus 1945 (Perpenas) Banyuwangi itu adalah menyiapkan anak-anak usia TK agar menguasai baca, tulis, dan berhitung sebelum masuk jenjang sekolah dasar.

Hal itu pun masih bertahan sampai saat ini dan menjadi salah satu daya tarik TK Siwi Peni 1.

”Memang untuk siswa TK tidak boleh diwajibkan bisa baca tulis, tapi sejak awal kami kenalkan dengan alfabet dan angka-angka. Jadi, saat masuk SD mereka sudah siap,” kata Kepala TK Siwi Peni 1 Messini.

Wanita yang sudah 14 tahun mengabdi di TK Siwi Peni 1 itu menjelaskan, dahulu ada ratusan siswa yang bersekolah di taman kanak-kanak tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah TK di Banyuwangi, jumlah siswa pun ikut menyusut.

Meski demikian, jumlah siswa yang mendaftar ke TK Siwi Peni terbilang cukup banyak. Tahun ini saja ada sekitar 50 siswa yang menempuh pendidikan di TS tersebut.

Selain mempertahankan metode agar anak-anak siap baca, tulis, dan hitung, TK Siwi Peni juga tidak pernah mendiskriminasi siswa yang mendaftar.

Semua siswa dari berbagai latar belakang diterima sekolah ini. Termasuk anak-anak yang masuk dalam kategori penyandang disabilitas.

Messini mengaku tetap melayani mereka seperti siswa-siswa lain yang bersekolah TK Siwi Peni 1. Siswa-siswa difabel tetap bersekolah di kelas yang sama dengan materi yang juga sama dengan siswa lainnya.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Pertanyakan Manfaat Manasik Haji untuk Anak TK

”Banyak siswa penyandang disabilitas. Termasuk penyandang speech delay dan beberapa hambatan lainnya. Tapi karena mereka kita barengkan dengan yang lain, ya sudah siswa lain jadinya biasa saja,” ucapnya.

Agar terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman, Messini mengatakan dirinya tidak ragu untuk banyak belajar dari TK lainnya yang ada di Banyuwangi.

Kerap kali sekolahnya mendatangi TK yang sudah berhasil menjalankan berbagai metode untuk belajar.

”Seperti cara menangani siswa difabel, kami juga belajar ke lembaga lain. Jadi, kami tahu cara penanganan yang tepat,” ucapnya.

Untuk merekrut siswa, wanita yang juga menjabat ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Banyuwangi ini mengaku banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Hal itu menurutnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para orang tua.

”Yang jelas kami tidak pernah menolak siswa. Semua materi kami ajarkan di sini, termasuk pengenalan huruf hijaiyah, pengenalan salat, dan ekstrakurikuler,” tandasnya. (fre/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#sd #tk #banyuwangi #Profil sekolah