Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fakta Menarik Tentang Pulau Tristan da Cunha, Pulau Terpencil di Dunia, Ternyata Punya Penduduk Ratusan Orang

Fanzha Shefya Yuananda • Senin, 28 April 2025 | 00:35 WIB
Tristan da Cunha, pulau terpencil di Samudera Atlantik.
Tristan da Cunha, pulau terpencil di Samudera Atlantik.

RadarBanyuwangi.id - Tristan da Cunha atau sering disebut dengan singkatan TDC ini berlokasi di bagian selatan Samudera Atlantik dengan ibu kota Edinburgh Of The Seven.

Pulau ini memiliki daratan dengan luas wilayah sebesar 98 kilometer persegi dan menjadi bagian Ascension, seberang laut Britania Raya, dan Saint Helena.

Pulau terpencil yang tetap berpenghuni hingga saat ini, hidup berdampingan bersama pulau tidak berpenghuni lainnya mulai dari Pulau Nightingale, Pulau Inaccessible, dan Pulau Gough.

TDC berjarak sangat jauh dari pulau-pulau yang berada di sekitarnya. Yang terdekat adalah Pulau Saint Helena yang berjarak 2.400 kilometer.

Dari Afrika Selatan TDC berjarak 2.816 kilometer, dari Amerika Selatan sejauh 3.300 kilometer, dan dari Kepulauan Falkland 4.002 kilometer.

Pulau Tristan da Cunha ditemukan pada tahun 1506 oleh penjelajah Portugis, Tristao da Cunha, sehingga pulau ini dinamakan sesuai dengan namanya.

Namun, penjelajah ini tidak berlabuh di pulau tersebut, melainkan hanya mencatat keberadaannya.

Pemukiman yang pertama kali didirikan di Tristan da Cunha tepat pada tahun 1817, tetapi baru pada tahun 1920-an sejumlah keluarga mulai menetap secara permanen.

Masyarakat di pulau ini sebagian besar bergantung pada perikanan dan pertanian sebagai mata pencaharian.

Mengutip Tristandc.com, data terbaru Senin (21/4), warga yang tinggal di Pulau Tristan da Cunha hanya sekitar 233 orang yang terdiri atas 111 laki-laki dan 122 perempuan.

Iklim Samudra menjadi ciri khas dari pulau ini, dengan curah hujan yang tinggi dan sering terjadi badai kencang di wilayah ini.

Penduduk TDC menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari serta Bahasa Nasional mereka dan memakai mata uang Pound Sterling untuk melakukan jual beli. Mayoritas penduduk Tristan de Cunha adalah pemeluk Katolik.

Pulau ini hanya dapat dicapai hanya melalui kapal dari Afrika Selatan atau pulau-pulau terdekat, yang memakan waktu perjalanan berminggu-minggu. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kehidupan di pulau tristan #penjajah portugis #Pulau Terpencil #tristan da cunha