Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gandeng Radar Banyuwangi, Nakes Puskesmas se Kota Gandrung Dibekali Skill Menulis

Agung Sedana • Kamis, 17 April 2025 | 20:00 WIB
Pemred Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud memberikan materi menulis berita di hadapan 45 nakes di Dinas Kesehatan Banyuwangi Rabu (16/4).
Pemred Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud memberikan materi menulis berita di hadapan 45 nakes di Dinas Kesehatan Banyuwangi Rabu (16/4).

RADARBANYUWANGI.ID – Menindaklanjuti arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk membangun sistem kesehatan preventif kolaboratif, puluhan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh puskesmas mengikuti pelatihan literasi jurnalistik, Rabu (16/4).

Usai mengikuti pelatihan, seluruh nakes diharapkan dapat menjadi agen media penyebaran informasi seluruh program kesehatan.

Pelatihan literasi jurnalistik yang diikuti oleh 45 perwakilan puskesmas berlangsung di aula rapat Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Jawa Pos Radar Banyuwangi dipercaya sebagai kiblat untuk berbagi ilmu jurnalistik dan wawasan media sosial.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud mengatakan, kegiatan kali ini bukan sekadar pelatihan menulis.

Lebih dari itu, peserta juga diberi pencerahan tentang pengelolaan medsos, fotografi, dan pembuatan konten-konten video kreatif.

Dalam kurun satu pekan setelahnya, seluruh peserta akan praktik setiap hari. Evaluasi akan dilakukan agar para nakes betul-betul menguasai jurnalistik dasar.

”Kami harapkan setiap nakes mampu memotret hal-hal yang informatif. Kemudian dikemas dengan format jurnalistik dan bisa disampaikan kepada masyarakat. Skill menulisnya harus ditingkatkan,” ungkap Aif, sapaan akrab Pemred Radar Banyuwangi tersebut.

Aif sepakat dengan ucapan Bupati Ipuk saat Rapat Koordinasi Teknis Bidang Kesehatan Tahun 2025 beberapa waktu lalu, bahwa media memiliki peran krusial dalam penyebaran isu kesehatan.

Di era banjir informasi saat ini, media menjadi kanal informasi pertama untuk menyampaikan program atau menangkal disinformasi.

”Kami berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari gerakan literasi kesehatan di daerah. Tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai katalis perubahan perilaku masyarakat,” kata Aif.

Melalui pelatihan ini, diharapkan tenaga kesehatan memiliki bekal keterampilan menulis berita, membuat konten informatif, dan menguasai teknik penyampaian pesan di media sosial.

Goal-nya, informasi-informasi penting dari Dinkes dan puskesmas bisa tersebar lebih luas, terstruktur, dan menarik.

Tak hanya sebagai respons terhadap kebutuhan saat ini, program ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk ekosistem kesehatan berbasis edukasi dan partisipasi publik.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa reformasi sistem kesehatan bisa diwujudkan dari hal sederhana namun berdampak besar.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, upaya promotif tidak akan efektif jika informasi yang disampaikan tidak bisa dipahami, tidak menarik, atau bahkan tidak menjangkau masyarakat luas.

Amir berharap para nakes bisa menjadi agen penyebaran setiap informasi seputar kesehatan. Sehingga, ekosistem preventif bisa terwujud dengan kesadaran tinggi masyarakat tentang pentingnya deteksi penyakit sejak dini.

”Kesehatan hari ini, bukan lagi urusan rumah sakit semata. Ini adalah urusan bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan warga. Ke depannya, tenaga kesehatan kami bisa menjadi komunikator andal di komunitasnya masing-masing dalam penyampaian informasi,” kata Amir. (cw4/aif/c1)

 

Editor : Ali Sodiqin
#Belajar Menulis #pelatihan jurnalistik #radar banyuwangi #dinas kesehatan #Literasi #nakes #puskesmas