Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng, Banyuwangi, Sebanyak 225 Siswa Ikuti Prespati Arutala Taruna Bhayangkara

Salis Ali Muhyidin • Senin, 14 April 2025 | 15:31 WIB
PRESTASI: Kepala Smadatara H Mujib SPd MM dan Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono bersama para taruna berprestasi dalam Prespati Arutala Taruna Bhayangkara di sekolahnya Minggu (13/4).
PRESTASI: Kepala Smadatara H Mujib SPd MM dan Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono bersama para taruna berprestasi dalam Prespati Arutala Taruna Bhayangkara di sekolahnya Minggu (13/4).

RadarBanyuwangi.id–Sebanyak 225 siswa SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Genteng, Banyuwangi angkatan IV, telah sampai di penghujung masa pendidikan. Untuk merayakan hari bahagia itu, sekolah yang berlokasi di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng menggelar Prespati Arutala Taruna Bhayangkara, Minggu (13/4).

Hadir dalam acara itu, Kepala Smadatara H Mujib SPd MM, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K, Kadinsos PPKB Banyuwangi yang juga ketua komite sekolah, Henik Setyorini, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Banyuwangi, Setyo Agung Wahyudi, dan Forpimka Genteng.

Dengan mengusung tema, Dharma Nishtha Radhika yang bermakna Jadikan Doa dan Dedikasi Tinggi menuju Tangga Kesuksesan, itu dimulai sekitar pukul 08.00. “Sebenarnya sidang pleno kelulusan masih akan digelar 2 Mei mendatang, makanya acara yang biasanya kita sebut purnawiyata itu kita ganti Prespati Arutala,” kata Kepala Smadatara, H Mujib.

Dalam sambutannya itu, Mujib berpesan agar para taruna angkatan ke IV yang akan lulus ini menjadi sosok pemimpin bangsa yang handal di masa Indonesia emas kelak. “Jangan pernah patah dalam berupaya. Jika kita jatuh seribu kali, harus bangkit seribu kali. Kegagalan itu kesuksesan yang tertunda,” pesannya.

Menurut Mujib, semangat itu sejalan dengan sekolahnya yang mengintegrasikan kurikulum merdeka dengan pendidikan karakter kesamaptaan. “Dengan tambahan kurikulum nasional dan kurikulum khusus, kami berharap bisa memberikan kesamaptaan jasmani, ketangkasan, dan kepemimpinan kepada siswa, agar nantinya bisa mencetak generasi berkualitas,” pintanya.

Mujib meminta para siswa yang nantinya lulus dan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, baik di Pendidikan Kedinasan TNI dan Polri, ataupun kedinasan lain, di masa depan mau datang ke sekolah untuk sekadar menengok dan menyapa dewan guru. “Di SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara ini menyimpan banyak memori yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Tengoklah meski hanya sekejap. Ingatlah masa lalu itu wahana segudang pengalaman dan kenangan yang sangat indah untuk menjadi guru yang terbaik di masa depan,” terangnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Kurikulum Merdeka #pendidikan #polri #generasi #SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng #indonesia #taruna bhayangkara #tni #indonesia emas #kadinsos #banyuwangi #taruna #Smadatara