RadarBanyuwangi.id - Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 ke-65 yang diperingati setiap tanggal 20 Maret, Dewan Harian Cabang (DHC) BPK 45 Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dan bagi-bagi takjil.
Sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan, DHC BPK 45 Kabupaten Banyuwangi melakukan bakti dan sosial dan bagi-bagi takjil sebanyak dua kali di dua tempat yang berbeda.
Acara bagi-bagi takjil yang pertama dilakukan di depan Gedung Juang 45 di Jalan Veteran No 1 Banyuwangi pada Rabu sore, 12 Maret 2025.
Sebanyak 150 paket es kopyor dibagikan kepada pengendara atau pejalan kaki yang melintas di jalan depan Gedung Juang 45.
Bakti sosial yang dilakukan pengurus DHC BPK 45 ini langsung disambut antusias oleh warga yang melintas sore itu.
Tidak butuh waktu lama, takjil sebanyak 150 paket es kopyor sudah terbagikan kepada warga yang lewat depan Gedung Juang 45.
Nah pada Rabu sore, 19 Maret 2025 bakti sosial membagikan takjil kembali dilakukan, namun kali ini tidak menyasar pengendara atau warga yang melintas di tepi jalan.
Melainkan langsung menyerahkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa ke Pondok Pesantren Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) KH Ahmad Dahlan di belakang Masjid KH Ahmad Dahlan Jl Adi Sucipto Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi.
Sebanyak 40 paket nasi kotak lengkap dengan minuman susu dibagikan kepada para santri ABK yang tinggal di ponpes tersebut.
Para santri pun menyambut dengan suka cita dan senyuman tersungging di bibir mereka ketika dikunjungi pengurus DHC BPK 45, karena selama ini mereka jarang mendapatkan perhatian atau kunjungan dari keluarganya.
Atfal Fadoli, pengasuh Ponpes ABK KH Ahmad Dahlan mengatakan, saat ini ada 20 santri yang tinggal di Ponpes ABK putra di belakang Masjid Dahlan dan Ponpes ABK putri di Jalan Prambanan, Kecamatan Banyuwangi.
Selain itu, ada juga beberapa santri ABK, yang tinggal di Ponpes ABK di Desa Pancoran, Kecamatan Rogojampi.
Menurut Atfal, para santri ABK ini mengalami down syndrome, autisme, speak delay, dan tuna netra.
"Tujuan orang tuanya menitipkan anaknya yang berkebutuhan khusus ke Ponpes ABK KH Ahmad Dahlan adalah berharap anaknya bisa mandiri," kata Atfal.
Sementara itu, Bambang Lukito, ketua Ponpes ABK KH Ahmad Dahlan menambahkan bahwa selama ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk Ponpes ABK tersebut.
"Terus terang, kami butuh bantuan untuk keberlangsungan Ponpes ABK ini, karena selama ini hanya mengandalkan anggaran operasional secara mandiri dan donasi pribadi," ungkap Bambang.
Ketua DHC BPK 45 Kabupaten Banyuwangi Akhmad Touwil Firdaus mengaku bangga dengan para santri Ponpes ABK, yang sudah menunjukkan perkembangan luar biasa.
Baksos dalam rangka memperingari HUT BPK 45 ke-65 ini, lanjut Touwil, sengaja dilakukan di Ponpes ABK KH Ahmad Dahlan, dengan tujuan untuk menyemangati para santri ABK.
"Semoga anak-anak santri di Ponpes ABK terus bersemangat belajar dan mengaji, begitu juga para pengasuhnya juga makin semangat dalam membimbing anak-anak ABK ini," pungkas Touwil. (irw)
Editor : Ali Sodiqin