RadarBanyuwangi.id - Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali membuat gebrakan dengan menemukan spesies cecak baru di Madiun, Jawa Timur.
Uniknya, cecak ini diberi nama Cyrtodactylus pecelmadiun, terinspirasi dari kuliner khas daerah tersebut, pecel Madiun.
Penamaan ini bukan hanya untuk memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk mengenalkan ragam kuliner Nusantara melalui sains.
Ciri-ciri Cecak Pecel Madiun
- Warna dasar cokelat kehitaman
- Panjang tubuh jantan mencapai 67,2 mm, betina 59,0 mm
- Memiliki 32–37 pori precloacofemoral pada jantan
- Habitatnya di tumpukan genteng, tanggul jembatan, dan kebun dekat permukiman
Menurut Awal Riyanto, Peneliti Ahli Madya BRIN, Cyrtodactylus pecelmadiun tergolong spesies yang mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar manusia.
Biasanya ditemukan tidak lebih dari 40 cm dari permukaan tanah, menjadikannya spesies generalis yang mampu hidup di berbagai habitat.
Kerabat Dekat dan Klasifikasi
Secara genetik, cecak ini memiliki kedekatan dengan Cyrtodactylus petani, dengan jarak genetik 0,1–1,6 persen.
Penemuan ini semakin memperkuat keberadaan grup darmandvillei di Pulau Jawa, yang sebelumnya sudah diwakili oleh Cyrtodactylus petani di wilayah Sunda Kecil.
Sejarah Penemuan Cecak Cyrtodactylus di Jawa
- Cyrtodactylus semiadii (2014)
- Cyrtodactylus petani (2015)
- Cyrtodactylus klakahensis (2016)
- Cyrtodactylus belanegara (2024)
Melalui penemuan ini, BRIN berharap eksplorasi lebih lanjut bisa mengungkap lebih banyak spesies tersembunyi di Indonesia. Siapa tahu, kuliner khas daerah lain juga bakal jadi inspirasi nama spesies berikutnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi