Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pondok Ramadan SMPN 5 Banyuwangi: Tingkatkan Ketakwaan, Cegah Bahaya Medsos dan Miras

Bagus Rio Rohman • Kamis, 13 Maret 2025 | 09:30 WIB
Juara 3 Lomba Dai Cilik Kategori SMP/MTs Azkiya Milla Rayyan menyampaikan ceramah pada kegiatan Pondok Ramadan di SMPN 5 Banyuwangi, Rabu (12/3).
Juara 3 Lomba Dai Cilik Kategori SMP/MTs Azkiya Milla Rayyan menyampaikan ceramah pada kegiatan Pondok Ramadan di SMPN 5 Banyuwangi, Rabu (12/3).

RADAR BANYUWANGI Ratusan siswa SMPN 5 Banyuwangi mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan kegiatan positif, Rabu (12/3).

Mereka mengikuti Pondok Ramadan yang digelar pihak sekolah bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).

Melalui kegiatan ini, para siswa mendapat bekal untuk memperdalam nilai religius serta diajak meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Bukan itu saja, siswa yang menempuh pendidikan di SMP yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi ini juga mendapat bekal bijak bermedia sosial serta kiat-kiat menangkal berita hoaks.

Materi bijak bermedia sosial serta kiat menangkal berita hoaks tersebut disampaikan oleh wartawan JP-RaBa, yakni Bagus Rio.

Selain menawarkan berbagai manfaat seperti memudahkan komunikasi dan akses informasi, Rio menyebut penggunaan medsos yang berlebihan dan tidak terkendali dapat membawa dampak negatif yang serius.

Salah satu dampak terbesar dari penggunaan media sosial (medsos) yang tidak bijak adalah penyebaran informasi palsu atau hoaks.

Banyak pelajar yang tanpa sadar menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, yang bisa meresahkan masyarakat.

Bukan itu saja, medsos juga membuka ruang bagi perilaku perundungan daring atau cyberbullying. Pelajar yang menjadi korban sering kali merasa terisolasi dan terluka secara emosional.

Ketidakwaspadaan dalam berbagi informasi pribadi juga membuat mereka rentan terhadap penyalahgunaan data dan kejahatan siber.

”Kami ingin agar para pelajar memahami bagaimana menjadi konsumen media yang cerdas serta mengenali dan menghindari dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan, seperti cyberbullying dan penyebaran informasi palsu,” ujar Rio.

Sementara itu, kegiatan Pondok Ramadan di SMPN 5 Banyuwangi juga diisi ceramah oleh salah satu finalis Lomba Dai Cilik 2025, yakni Azkiya Milla Rayyan asal MTsN 1 Banyuwangi.

Azka yang merupakan Juara 3 Lomba Dai Cilik hasil kerja sama Polresta Banyuwangi dan JP-RaBa itu menyampaikan materi tentang bahaya minuman keras (miras).

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Melalui program Pondok Ramadan kemarin diharapkan para siswa dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memahami pentingnya mengakses informasi secara akurat dan bertanggung jawab.

”Tentu materi yang disampaikan menjadi pelajaran penting oleh anak-anak dan diharapkan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari,” ujar Kepala SMPN 5 Banyuwangi Akhmad Tamami.

Tamami menyampaikan, kegiatan Pondok Ramadan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan para siswa. Sehingga, kelak mereka menjadi ahli surga.

”Jadi, dengan meningkatkan ketakwaan siswa tentu akan mencetak generasi muda yang berprestasi dan tetap menjadi seseorang yang dirindukan Allah,” harapnya. (rio/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Pondok Ramadan #SMPN 5 Banyuwangi