RADAR BANYUWANGI – Dukungan kepada Pemkab Banyuwangi yang berencana mendirikan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di kota the Sunrise of Java terus mengalir.
Kali ini, sokongan datang dari Dewan Kesenian Blambangan (DKB) dan DPRD Banyuwangi.
Keberadaan ISI diharapkan bisa menjamin pelestarian seni Banyuwangi. Selain itu, dalam jangka panjang keberadaan kampus seni ini juga diharapkan menopang pembangunan Banyuwangi dalam skala yang lebih luas.
Ketua DKB Hasan Basri mengatakan, ISI sangat penting untuk menjamin dinamika kekaryaan seni Banyuwangi yang berkualitas.
”Tanpa ada ISI, kami khawatir kekaryaan kita akan tertinggal dari daerah-daerah yang memiliki basis akademik yang bagus,” ujar Hasan, Senin sore (10/3).
Hasan menilai, pendirian kampus ISI di Banyuwangi menjadi upaya pemkab untuk menjamin agar karya seni Banyuwangi semakin berkualitas.
”Selain itu, dengan bekal yang didapat dari ISI, diharapkan karya seni Banyuwangi semakin kompetitif di masa depan,” kata dia.
Selain DKB, dukungan terhadap rencana pendirian ISI juga datang dari kalangan wakil rakyat. Terutama dari komisi yang membidangi pendidikan, yakni Komisi 4.
Ketua Komisi 4 DPRD Patemo mengatakan, pihaknya menyambut gembira rencana Bupati Ipuk Fiestiandani mendirikan ISI di Banyuwangi.
Dia menilai, hal ini sejalan dengan semangat dewan untuk menjamin pelestarian seni dan budaya lokal Banyuwangi.
Bahkan, imbuh Patemo, ketika Banyuwangi memiliki kampus seni, maka bukan tidak mungkin ke depan Bumi Blambangan ini menjadi sentra pengembangan seni di wilayah timur Pulau Jawa dan sekitarnya.
”Jadi, selain berdampak langsung terhadap pelestarian dan menjaga kualitas seni Banyuwangi, keberadaan ISI juga bisa mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dengan semakin banyaknya mahasiswa luar daerah yang kuliah di kabupaten yang kita cintai ini,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, rencana pemkab mendirikan Institut Seni Indonesia (ISI) di Banyuwangi terus menunjukkan perkembangan positif.
Mulai tahun ajaran 2025/2026 ini, salah satu perguruan tinggi terkemuka di tanah air, yakni ISI Surakarta bakal membuka perkuliahan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
Tahap awal, ISI Surakarta bakal membuka dua program studi (prodi) di Banyuwangi.
Dua prodi tersebut adalah etnomusikologi dan tari. Keduanya merupakan prodi jenjang sarjana pada Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin