RADAR BANYUWANGI – Rencana pemkab mendirikan Institut Seni Indonesia (ISI) di Banyuwangi terus menunjukkan perkembangan positif.
Mulai tahun ajaran 2025/2026 ini, salah satu perguruan tinggi terkemuka di tanah air, yakni ISI Surakarta bakal membuka perkuliahan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
Tahap awal, ISI Surakarta bakal membuka dua program studi (prodi) di Banyuwangi. Dua prodi tersebut adalah etnomusikologi dan tari.
Keduanya merupakan prodi jenjang sarjana pada Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno mengatakan, Prodi Etnomusikologi dan Prodi Tari dipilih lantaran Banyuwangi punya potensi besar di dua jurusan tersebut.
”Banyuwangi ini gudangnya seniman musik. Begitupun di bidang tari. Maka, untuk tahap awal ISI Surakarta membuka perkuliahan Prodi Etnomusikologi dan Prodi Tari di Banyuwangi,” ujarnya, Jumat (7/3).
Suratno menambahkan, rekrutmen mahasiswa baru Prodi Etnomusikologi dan Prodi Tari di Banyuwangi segera dibuka.
”Sehingga, mulai tahun akademik 2025/2026 ada perkuliahan ISI Surakarta di Banyuwangi,” tuturnya.
Namun tidak berhenti di situ, ISI Surakarta juga akan membuka sejumlah prodi lain di kabupaten berjuluk the Sunrise of Java.
”Mimpi besarnya adalah, ke depan Banyuwangi memiliki Institut Seni. Misalnya ISI Banyuwangi, Institut Seni Banyuwangi-Indonesia (ISBI), atau sebutan lain,” bebernya.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi dan Bhayangkari Berbagi Takjil Gratis di Bulan Ramadhan 1446 H
Sekadar diketahui, ISI Surakarta memiliki Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), serta Program Pascasarjana.
Program unggulan FSRD terdiri Kriya, Seni Murni, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Film dan Televisi, Fotografi, Desain Mode Batik, Senjata Tradisional Keris, Animasi, Seni Intermedia, dan Desain Produk Industri, Destinasi Pariwisata.
Sedangkan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) terdiri program studi Seni Karawitan, Seni Pedalangan, Tari, Etnomusikologi, Teater, Koreografi Inkuiri, dan Tata Kelola Seni.
Seperti diberitakan kemarin, Bupati Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati (Wabup) Mujiono menyampaikan pidato perdana dalam rapat paripurna DPRD Banyuwangi, Rabu (5/3) lalu.
Di bidang pendidikan, Ipuk menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program.
Di antaranya beasiswa kuliah untuk 1.000 anak muda Banyuwangi, pendirian Institut Seni Indonesia (ISI) di Banyuwangi, zero drop out di kalangan pelajar, dan tidak ada sekolah rusak.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono mengatakan, pendirian ISI di Banyuwangi merupakan bagian dari upaya pembangunan perguruan tinggi negeri Bumi Blambangan.
Dia menuturkan, sejak beberapa tahun terakhir pemkab rutin ”mengirim” mahasiswa asal Banyuwangi untuk menjalani studi di ISI Surakarta melalui program beasiswa Banyuwangi Cerdas.
”Kurang lebih 150 orang kuliah di sana (ISI Surakarta). Bahkan, sebagian sudah lulus,” ujar pria yang karib disapa Yayan tersebut pada Kamis (6/3).
Pemkab sudah menyiapkan tiga alternatif tempat perkuliahan mahasiswa ISI Surakarta kampus Banyuwangi tersebut.
Tiga alternatif lokasi dimaksud adalah di wilayah Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro; SDN 3 Grogol, Kecamatan Giri; dan di eks kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin