RadarBanyuwangi.id - Berpuasa saat bulan ramadan bukan alasan untuk menghentikan rutinitas olahraga. Justru, dengan strategi yang tepat, puasa dapat mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh.
Pemilihan waktu yang efektif untuk berolahraga sangat penting agar tidak mengganggu metabolisme dan tetap menjaga performa tubuh. Berikut adalah jam-jam terbaik untuk berolahraga saat puasa.
1. Sebelum Berbuka Puasa
Berolahraga sebelum berbuka puasa bagus untuk melatih Lactate Threshold dan endurance stamina.
Hal ini menjadi momen yang tepat untuk terjadinya proses fat burning karena kadar glikogen menurun. Sehingga tubuh lebih banyak membakar lemak sebagai sumber energi.
Selain itu berolahraga sebelum berbuka puasa dapat meningkatkan ketahanan tubuh dengan memanfaatkan kondisi gula darah minimal.
2. Setelah Berbuka Puasa
Setelah berbuka puasa dengan air, kurma, dan pre-workout, tubuh sudah memiliki energi cukup untuk melakukan Latihan. Sebab, 3 biji kurma mengandung 200 gram kalori yang setara dengan sepiring nasi.
Selain itu kurma juga kaya akan fiber yang menjadikannya pre-workout yang cocok karena gula yang dikandung kurma adalah gula alami yang tidak akan menganggu kinerja pankreas.
3. Setelah Tarawih
Berolahraga setelah Salat Tarawih bisa menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin tetap menjaga kebugaran tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Pada waktu ini, tubuh sudah dalam kondisi terhidrasi optimal, sehingga performa latihan bisa lebih maksimal.
Namun, ada tantangan yang perlu diperhatikan yaitu latihan terlalu larut bisa mengganggu jam tidur dan proses pemulihan tubuh.
4. Sebelum Sahur
Olahraga sebelum sahur bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tetap aktif selama puasa, asalkan bersedia bangun lebih awal.
Di waktu ini, tubuh masih dalam kondisi istirahat, sehingga latihan sebaiknya dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Salah satu olahraga yang cocok adalah skipping, latihan sederhana yang bisa dilakukan di rumah, namun tetap efektif membakar kalori karena kalori yang dibakar hampir setara dengan kalori yang terbakar saat joging.
Dengan sesi yang singkat namun intens, skipping bisa menjadi cara praktis untuk tetap bugar tanpa harus keluar rumah sebelum subuh.
Jangan Lupa Konsumsi Air yang Cukup
Saat berpuasa di bulan Ramadan, penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cukup, terutama saat sahur dan berbuka.
Pastikan mengonsumsi cukup air serta makanan yang kaya cairan, seperti buah-buahan, untuk mencegah dehidrasi selama beraktivitas.
Pilih Intensitas Ringan untuk Olahraga Saat Berpuasa
Selain itu, hindari olahraga yang berlebihan, karena dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan dan membuat tubuh terasa lemas.
Pilihlah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang agar tetap bugar tanpa membebani tubuh.
Hal lain yang tak kalah penting adalah menghindari kebiasaan tidur kembali setelah subuh, karena dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan rasa lelah sepanjang hari.
Dengan menjaga keseimbangan antara hidrasi, olahraga, dan pola tidur yang baik, tubuh akan tetap sehat dan bertenaga selama menjalani ibadah puasa sehingga puasa bukanlah penghalang untuk tetap menjaga kebugaran tubuh. (*)
*) Ditulis Oleh Aulia Sulhia, Mahasiswi Universitas Negeri Malang.
Editor : Lugas Rumpakaadi