RadarBanyuwangi.id - Umat Kristiani di seluruh dunia akan segera memasuki masa penuh refleksi dan perayaan, yaitu Pekan Suci 2025.
Dimulai dengan Rabu Abu dan diakhiri dengan Paskah, setiap momen dalam rangkaian ini memiliki makna mendalam dalam mengenang perjalanan Yesus Kristus menuju kebangkitan-Nya.
Pekan Suci diawali dengan Rabu Abu pada 5 Maret 2025, menandai awal masa pertobatan selama 40 hari.
Pada hari ini, umat menerima tanda salib dari abu yang dibubuhkan di dahi sebagai lambang kefanaan dan penyesalan atas dosa.
Kemudian, Minggu Palma pada 13 April 2025 memperingati momen Yesus memasuki Yerusalem dengan disambut lambaian daun palma sebagai Raja Damai. Di gereja, umat membawa daun palma yang diberkati sebagai simbol kemenangan Kristus.
Kamis Putih pada 17 April 2025 menjadi momen peringatan Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid. Dalam misa ini, diadakan ritual pembasuhan kaki sebagai tanda kerendahan hati dan kasih.
Puncak kesedihan terjadi pada Jumat Agung, 18 April 2025, yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Pada hari ini, umat mengenang penyaliban dan wafat Yesus di kayu salib melalui ibadah penuh refleksi dan keheningan.
Keesokan harinya, Sabtu Suci pada 19 April 2025, gereja mengadakan Ibadah Vigili Paskah, melambangkan peralihan dari duka menuju kebangkitan.
Akhirnya, Minggu Paskah pada 20 April 2025, menjadi puncak sukacita, merayakan kemenangan Yesus atas maut. Hari ini menjadi simbol harapan dan kebangkitan iman bagi umat Kristiani di seluruh dunia. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi