RadarBanyuwangi.id - Umat Kristiani di Indonesia akan merayakan Paskah pada Minggu, 20 April 2025, sebuah momentum suci untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus.
Perayaan ini merupakan puncak dari serangkaian ibadah yang telah dimulai sejak Rabu Abu pada 5 Maret 2025, menandai awal Masa Prapaskah, 40 hari refleksi spiritual, puasa, dan pantang.
Perjalanan menuju Paskah mencakup berbagai peristiwa penting, dimulai dengan Minggu Palma (13 April), yang memperingati Yesus memasuki Yerusalem, hingga Kamis Putih (17 April), saat Perjamuan Terakhir bersama para murid.
Jumat Agung (18 April) menjadi momen paling khusyuk, mengenang penderitaan dan wafat-Nya di kayu salib.
Malam Paskah (19 April) kemudian dirayakan dengan Vigili Paskah, simbol kemenangan terang atas kegelapan.
Secara historis, Paskah memiliki akar dalam tradisi Yahudi, khususnya perayaan Pesach yang menandai pembebasan bangsa Israel dari Mesir.
Dalam tradisi Kristen, Paskah mendapatkan makna baru dengan kebangkitan Kristus, yang menjadi inti ajaran iman dan harapan bagi umat Kristiani.
Selama berabad-abad, perayaan ini mengalami berbagai adaptasi budaya. Dari keputusan Konsili Nicea tahun 325 M yang menetapkan tanggal Paskah, hingga tradisi telur dan kelinci Paskah yang berasal dari festival musim semi di Eropa.
Di era modern, makna spiritual Paskah tetap menjadi fokus utama, meski di beberapa negara, unsur komersial semakin berkembang.
Namun, bagi umat Kristiani, Paskah tetap menjadi perayaan kemenangan iman, pengharapan baru, dan kasih yang tak berkesudahan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi