RADAR BANYUWANGI – Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa.
Salah satu aspek penting dalam persiapan ini adalah bersuci, terutama bagi mereka yang dalam keadaan hadas besar.
Mandi sebelum memulai puasa Ramadhan memiliki dua jenis niat, yaitu niat mandi sunnah dan niat mandi wajib.
Niat Mandi Sunnah
Mandi sunnah dilakukan pada malam pertama Ramadhan. Bacaan niatnya adalah:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Niat Mandi Wajib
Sementara itu, mandi wajib dilakukan bagi mereka yang dalam keadaan hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri atau setelah haid.
Mandi ini bertujuan untuk bersuci agar dapat melaksanakan ibadah dengan baik, termasuk salat lima waktu dan tawaf. Bacaan niat mandi wajib adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
Mandi sebelum puasa Ramadhan adalah bagian penting dari persiapan spiritual.
Dengan niat yang tulus dan bersih, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan.
Mari kita sambut bulan suci ini dengan hati yang bersih dan niat yang baik. (*)
Editor : Ali Sodiqin