RADAR BANYUWANGI - Setiap harinya, satu dapur umum yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, membutuhkan 200 kilogram (kg) beras dan 200 kg daging untuk dimasak.
Takaran tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan makan sebanyak 2.915 murid dari 17 sekolah. Terdiri dari 4 tingkat TK, 11 tingkat SD, 1 tingkat SMP dan 1 tingkat SMA.
”Kisaran 200 kilogram beras setiap harinya, untuk lauk daging ayam kebutuhan juga sama 200 kilogram,” kata Tiara Chandra, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Rogojampi, Rabu (26/2).
Tiara menyatakan, untuk memenuhi suplai beras pihak dapur telah bekerja sama dengan Bulog setempat. Sementara untuk kebutuhan daging, lauk-pauk, buah-buahan, dan sayur-mayur didapat dari rekanan di wilayah sekitar dapur.
Untuk kebutuhan seperti daging dan lauk-pauk didapatkan dari BumDes setempat, sementara untuk sayur dan buah diperoleh dari pengepul.
Menurut Tiara, setiap menu yang disajikan pasti berbeda-beda. Bahkan, takaran untuk masing-masing tingkatan juga dibedakan dari golongan usia.
Maka, porsi untuk menu makan murid SMA jauh lebih banyak dibandingkan tingkatan di bawahnya.
”Soal porsi sudah dihitung, untuk sarapan dan makan siang itu jelas beda. Maka untuk anak TK sampai SMA pasti berbeda jumlah porsinya,” katanya.
Terkait waktu distribusi makanan, Tiara menyatakan dibagi menjadi dua. Pertama, untuk menu sarapan dikirimkan pada pukul 06.30 WIB. Menu sarapan ini dikhususkan untuk murid TK dan SD kelas 1 sampai 3.
Sementara menu makan siang dikirimkan pada pukul 08.30 WIB yang dikhususkan untuk murid SD kelas 4 sampai 6, murid SMP, dan SMA.
”Kami punya dua armada untuk distribusi makanan. Setiap armada menampung kapasitas 1.500 porsi sekali kirim,” katanya. (cw4/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin