Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kangkung dan Buncis Kurang Diminati, Ini Keluhan Siswa TK dan SD di Banyuwangi Terkait Menu MBG

Agung Sedana • Kamis, 27 Februari 2025 | 12:00 WIB
Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salafiyah, Kecamatan Sempu menikmati makan bergizi gratis yang dikirim dari dapur umum Sempu, Rabu (26/2).
Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salafiyah, Kecamatan Sempu menikmati makan bergizi gratis yang dikirim dari dapur umum Sempu, Rabu (26/2).

RADAR BANYUWANGI – Sayur kangkung dan buncis kurang diminati oleh siswa-siswi TK dan SD pada menu harian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Setiap harinya, dapur umum MBG di Rogojampi menerima menu sisa dan bahkan ada yang tidak dimakan sama sekali oleh beberapa murid.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Rogojampi Tiara Chandra mengatakan, menu sayur kangkung dan buncis kurang diminati oleh mayoritas murid TK dan murid SD di kelas 1 sampai 3.

Hampir dipastikan, jika menggunakan menu tersebut, akan ada makanan sisa di wadah makan. Tiara mencatat, ada sekitar 4 persen sisa sayuran yang tidak habis dimakan.

”Kebanyakan makanan yang sisa itu menu sayur jenis buncis, kangkung juga terkadang. Mungkin mereka kurang suka, terutama anak TK dan SD kelas 1 sampai 3,” ungkap Tiara kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Sementara menu sayuran yang masih menjadi favorit para murid yakni kacang panjang, wortel, sawi putih, dan kol. Untuk menjaga ritme nafsu makan, ahli gizi setempat menyajikan menu yang berbeda setiap harinya.

Tiara mengatakan, tidak memungkinkan dapur umum menyajikan masakan yang hanya disukai oleh beberapa murid saja.

Pola makan dan setiap masakan yang sisa, selanjutnya dicatat oleh ahli gizi untuk dijadikan riset minat para murid terhadap jenis-jenis masakan yang diinginkan.

”Soal menu kami selalu bergantian. Setiap hari kami catat, berapa jumlah yang sisa. Selanjutnya, kami jadikan data itu sebagai riset dan acuan untuk menu selanjutnya,” katanya.

Terkait menu, Tiara mengaku kerap mendapatkan request dari sejumlah murid. Kebanyakan, para murid menginginkan masakan dengan sensasi pedas.

Maklum, masyarakat Banyuwangi pada umumnya sudah terbiasa dengan masakan pedas. Permintaan para murid itu pun hanya dibalas senyuman oleh Tiara atau para petugas yang datang mengantarkan makanan.

Baca Juga: Menu Susu Murni Program Makan Bergizi Gratis di Rogojampi Banyuwangi Hilang, Ini Penyebabnya

Tidak hanya soal pedas, Tiara mengakui banyak murid yang juga mengeluhkan perihal rasa masakan yang hambar. Dia juga telah memberikan edukasi terhadap murid dan dewan guru terkait pakem rasa dan bumbu yang boleh digunakan.

Karena itu, menu dan gaya masakan harus disajikan dengan takaran dan bumbu pilihan. Tentunya tanpa menggunakan penyedap rasa.

”Banyak yang minta pedas, ada yang sambat rasanya kurang kuat dan sebagainya. Ini kan program makan bergizi, bukan makan kenyang atau makan enak. Jadi, penyajian juga tanpa micin dan sebagainya,” jelas Tiara. (cw4/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#buncis #Makan Bergizi Gratis #siswa TK #rogojampi #Mbg #siswa sd #kangkung #banyuwangi #kurang diminati