RadarBanyuwangi.id-Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, dinobatkan sebagai pesantren yang ramah lingkungan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi. Penobatan itu, ditandai penganugerahan Kemangi Award 2025 kategori Eco Pesantren.
Kepala Kemenag Banyuwangi, Dr H Choironi Hidayat S.Ag MM, menyerahkan langsung Kemangi Award pada dewan pengasuh Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, KH Rohmatullah Dimyati dalam penganugerahan di Aula MAN 2 Banyuwangi pada Selasa (14/1). “Kemangi Award ini untuk yang berprestasi, semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang lain,” cetus Dr H Choironi Hidayat S.Ag MM.
Ketua panitia Kemangi Award 2025, Fahrurroji MPd.I mengatakan, Kemangi Award kategori Eco Pesantren itu pondok pesantren yang ramah lingkungan dan melestarikan lingkungan. “Banyak indikator dalam penilaiannya, termasuk kondisi pesantren dan pondokan santri,” terang Plt Kasi Pondok Pesantren Kemenag Banyuwangi ini.
Fahrurroji menyebut, banyak pondok pesantren yang menjadi nominasi dalam kategori Eko Pesantren ini. Setelah dilakukan penilaian, akhirnya ditetapkan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari sebagai yang terbaik. “Pondok pesantren ini ramah lingkungan,” terangnya.
Wakil Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, KH Rohmatulloh Dimyati mengaku bersyukur mendapat kehormatan dengan mendapat anugerah Kemangi Award kategori Eco Pesantren. “Penghargaan ini tentu sangat membanggakan bagi kami dan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan,” katanya.
Menurut KH Rohmatulloh, Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan yang mengembangkan pengajaran secara tradisional dan modern, sangat memperhatikan kebersihan dan lingkungan. Para santri, dituntut untuk peduli pada serkitarnya. “Eco Pesantren kami tekankan, karena ini juga untuk kenyamanan para santri dalam belajar,” ujarnya.
KH Rohmatulloh menyebut, diantara kegiatan untuk melaksanakan Program Eco Pesantren ini, dengan pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, pengelolaan sarana pendukung pesantren ramah lingkungan, meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan masyarakat sekitar. “Program ini untuk keluarga pesantren dan masyarakat sekitar,” cetusnya.
Diantara sarana pendukung pesantren ramah lingkungan, jelas dia, di pesantrennya telah disiapkan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). IPAL ini sistim pengelolaan limbah biologi dan kimiawi yang dilakukan secara terpusat. “Kami ingin membuat komunitas pesantren yang sehat dan ramah lingkungan, serta menjaga lingkungan dari kerusakan,” cetusnya.(abi)
Editor : Agus Baihaqi