Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ikanku Hilang Hobiku Hancur, Ini Isi Surat yang Ditulis Siswa SDN 2 Jambewangi Banyuwangi untuk Bupati

Redaksi • Selasa, 17 Desember 2024 | 21:28 WIB
Surat yang ditulis Dhofin dkk untuk Bupati Ipuk Fiestiandani, karena sering tidak dapat ikan saat memancing.
Surat yang ditulis Dhofin dkk untuk Bupati Ipuk Fiestiandani, karena sering tidak dapat ikan saat memancing.

RadarBanyuwangi.id - Surat untuk Bupati Ipuk Fiestiandini Azwar Anas yang ditulis Dhofin dan kawan kawan (dkk), siswa yang duduk dibangku kelas 6 dan 5 SDN 2 Jambewangi, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi sangat menarik.

Dalam surat tersebut, dia dan kawan-kawan mengutarakan kesedihan yang mendalam lantaran hobi memancing mereka tidak membuahkan hasil.

Dhofin kerap mengisi hari-hari libur dengan kegiatan memancing ikan di sungai. Hobinya ini dilakukan dengan penuh canda tawa dan keceriaan. Namun, beberapa bulan terakhir hobi memancing mereka tak membuahkan hasil ikan sama sekali alias boncos.

“Kami mendengar kabar bahwa ada orang yang mencari ikan dengan cara menyetrum secara sembunyi-sembunyi,” tulis Dhofin pada paragraf kedua suratnya.

Hal inilah yang menyebabkan Dhofin dan kawan kawan menjadi sedih. Lantaran, penggunaan alat setrum ikan yang digunakan seseorang untuk menangkap ikan yang seharusnya tidak dilakukan.

Sebab, sudah di atur didalam Pasal 85 jo Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan. Di dalam UU tersebut, diatur mengenai larangan melakukan penangkapan ikan secara ilegal seperti dengan menggunakan alat setrum.

Dhofin menambahkan, agar Bupati Ipuk Fiestiandini Azwar Anas menindak tegas terhadap praktik ilegal menyetrum ikan di sungai.

Karena hal itu dapat menyebabkan populasi ikan menjadi menurun. Alat setrum bisa membunuh ikan, tak peduli anakan maupun induk ikan yang ada di sungai.

Sementara itu, Lomba Menulis Surat untuk Bupati Banyuwangi ini digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi bersama Dinas Pendidikan Banyuwangi dalam rangka peringatan Hari Ibu 22 Desember.

Lomba yang didukung penuh HIPMI dan KADIN Banyuwangi ini gratis alias tidak ada biaya pendaftaran. Ada dua kategori peserta lomba ini yakni:

  1. Kategori pelajar SD-MI
  2. Kategori pelajar SMP-MTs

Syarat dan ketentuan lomba adalah sebagai berikut:

Selanjutnya, surat karya peserta itu bisa dikirim ke:

Karya peserta harus sudah diterima paling l ambat pada 19 Desember 2024, pukul 15.00 WIB. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ikan #surat untuk bupati #hobi #menulis #SDN 2 Banyuwangi #Lomba #banyuwangi