Tidak demikian yang terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Glagah.
Di SMKN 1 Glagah atau biasa disebut Semegah, paska ujian adalah waktu yang tepat untuk Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 serta pembekalan siap kerja.
Sejak kemarin (26/12) kegiatan ini dimulai secara serempak di tiga tempat.
Hal tersebut dikarenakan banyaknya siswa di Semegah serta disesuaikan dengan materi yang dilaksanakan.
Untuk Pelatihan Baris Berbaris (PBB) bagi kelas X dan XI dilaksanakan di lapangan sekolah dan lapangan desa Bakungan, sementara kelas XII bertempat di Aula Semegah mendepatkan pembekalan siap kerja.
Khusus pembekalan siap kerja, Semegah menggandeng stakeholder serta mitra industri untuk memberikan pencerahan dan motivasi sekaligus informasi.
Seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Telkom dan Perusahaan lain. Dan khusus PBB Semegah menggandeng Kodim 0825 Banyuwangi sebagai pelatih.
Menurut Muri Kuwandoko selaku Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kehumasan, paska ujian biasanya di sekolah-sekolah ada classmeeting.
Classmeeting di Semegah dikemas dengan kegiatan P5 yakni PBB.
“Tetap dilombakan,” ujar Muri.
Karena pelaksaan P5 yang bertajuk Karier Gemilang dengan Semangat Pancasila ini berlangsung selama 4 hari sejak 16 Desember kemarin.
Selama tiga hari pertama, akan diambil tiga kelompok yang dinilai bagus oleh pelatih.
Dan nantinya hari keempat (19/12) dilombakan lagi dalam babak final.
Bersamaan pula dengan lomba menyanyi solo yang diselenggarakan untuk kalangan intern Semegah.
Dan lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu daerah Banyuwangi.
Tofik Santoso, melalui pesan singkat selulernya menjelaskan bahwa melepas kepenatan setelah ujian itu penting tetapi P5 jug jauh lebih penting.
Dasar pemikiran ini yang lantas dua kegiatan yakni Classmeeting dan P5 dikemas dalam satu acara.
Dengan begitu image yang sudah melekat bahwa di Semegah kedisiplinan masih dipegang teguh akan tetap terjaga.
Melalui pembekalan siap kerja, harapannya siswa yang akan lulus cepat terserap oleh dunia industri
Editor : Syaifuddin Mahmud