Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

FIKKIA Unair Banyuwangi Dampingi Mahasiswa Universiti Malaysia Terengganu Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Tamansari

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 15 November 2024 | 19:20 WIB
Mahasiswa FIKKIA Unair Banyuwangi dan UMT foto bersama usai penutupan WUACD International Student Mobility in Community Development, Jumat (15/11).
Mahasiswa FIKKIA Unair Banyuwangi dan UMT foto bersama usai penutupan WUACD International Student Mobility in Community Development, Jumat (15/11).

RadarBanyuwangi.id – Sepuluh hari terakhir, puluhan mahasiswa asing asal Universiti Malaysia Terengganu (UMT) mengikuti kegiatan bertajuk WUACD International Student Mobility in Community Development di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Selama kegiatan berlangsung, pada 6-16 November 2024, puluhan mahasiswa ini didampingi oleh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam Universitas Airlangga (FIKKIA Unair) Banyuwangi.

Selama berada di Desa Tamansari, mahasiswa UMT melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya pemetaan tanaman herbal serta belajar membuat obat tradisional (jamu).

Tak hanya di Desa Tamansari, kegiatan fieldtrip juga dilaksanakan di beberapa destinasi Banyuwangi. Salah satunya di Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, serta di Pantai Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.

Di Bangsring, mahasiswa UMT melaksanakan kegiatan penanaman terumbu karang serta mempelajarinya langsung di lokasi. Sedangkan di Pantai Pulau Santen, dilaksanakan penanaman cemara, bersih-bersih pantai, edukasi pengelolaan sampah, serta mengenal operasional intan box dan sari box.

Dekan FIKKIA Unair Banyuwangi, Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U (K) menjelaskan bahwa sebanyak 70 persen kegiatan yang dilaksanakan berupa pengabdian masyarakat, dan 30 persen sisanya belajar.

“Selama sepekan, mahasiswa UMT sudah belajar dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa kami di FIKKIA Unair,” ujarnya, dalam sambutan penutupan WUACD Internasional Mobility in Community Development di Ruang Sidang, FIKKIA Unair Kampus Giri, Jumat (15/11).

Dekan FIKKIA Unair ini menjelaskan, kegiatan ini telah memberikan pengalaman berharga untuk mahasiswa baik dari Unair maupun UMT.

“Semoga kegiatan ini bisa ditindaklanjuti, dengan adanya kerja sama antara UMT dan FIKKIA Unair Banyuwangi, utamanya di bidang riset,” harapnya.

Profesor Amirrudin bin Ahmad, Pengarah Institut Biodiversiti Tropika dan Pembangunan Lestari UMT mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada FIKKIA Unair Banyuwangi yang telah menerima dengan baik mahasiswa UMT.

“Saya berharap mahasiswa UMT bisa mengambil peluang networking dengan mahasiswa Unair,” katanya.

Tahun depan, Profesor Amirrudin berharap, mahasiswa FIKKIA Unair Banyuwangi bisa mengikuti kegiatan serupa di UMT. “Karena selama ini yang mengikuti program ini berasal dari Unair Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, mahasiswa UMT Muhamad Fatihah Syafiq bin Abd Rahman mengaku senang dengan pengalaman yang didapatkannya selama berada di Banyuwangi.

“Banyak pengalaman menyenangkan saat berada di Desa Tamansari, Bangsring, dan Pantai Pulau Santen. Kami belajar banyak soal tanaman herbal, terumbu karang, hingga konservasi penyu di Pulau Santen,” pungkasnya. (gas)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#FIKKIA Unair Banyuwangi #Universiti Malaysia Terengganu #desa tamansari