RadarBanyuwangi.id – Sebanyak 48 wartawan dari berbagai media di Jawa Timur mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Dewan Pers.
UKW yang berlangsung di Hotel Kokoon Banyuwangi dihadiri oleh Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu. Pengujinya dari Lembaga UKW Kompas dan Lembaga Pers Dr Soetomo (LPS).
UKW dimulai pada Jumat (18/10) dan berakhir hari ini. Acara tersebut dibuka langsung oleh Atmaji Sapto Anggoro selaku Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers periode 2022–2025. Peserta UKW dari jenjang muda, madya, dan utama.
Fokus utama UKW kali ini untuk meningkatkan kompetensi wartawan di era digital.
Salah seorang penguji, Achmud Suhermono mengatakan, UKW ditujukan bagi wartawan yang sudah bekerja minimal setelah satu tahun berkarya dan memiliki bukti nyata. Ada tiga aspek yang dinilai antara lain skill, knowledge, dan etika.
”Skill meliputi kemampuan menulis, 5W+1H, dan memahami narasumber. Knowledge meliputi wawasan luas, karena seorang penulis yang baik juga harus menjadi pembaca yang baik. Dan etika, yang meliputi pemahaman soal hukum dan kode etik jurnalistik,” jelas Machmud.
Machmud menambahkan, program UKW dirancang untuk wartawan yang sudah bekerja, bukan calon wartawan, sehingga penilaian mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi jurnalis dalam pekerjaan sehari-hari.
”Kami ingin memastikan bahwa wartawan lebih profesional lagi dan memberikan laporan yang kredibel, akurat, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Tantangan terbesar yang dihadapi wartawan di era digital, menurut Machmud, adalah menjaga verifikasi dan akurasi berita.
”Sekarang orang mudah mendapatkan informasi melalui WA, tapi verifikasi tetap harus dilakukan. Berita minimal harus dari dua atau tiga narasumber,” jelasnya.
UKW yang dilaksanakan di Hotel Kokoon Banyuwangi memasuki angkatan ke-14 dengan 48 peserta dari berbagai jenjang, mulai dari muda, madya hingga utama.
Baca Juga: Kolaborasi dengan JMSI Jatim, Unitomo Siap Jadi Penguji UKW
Kegiatan ini merupakan bagian dari program UKW ke-32 yang difasilitasi oleh Dewan Pers.
Sekretaris Lembaga Pers Dr Soetomo (LPS) Yuli Zulaikha menjelaskan, UKW di Banyuwangi melibatkan dua lembaga, yaitu Kompas dan Unitomo. ”Penguji dari Kompas cuma satu kelas, yang tujuh kelas Unitomo. Satu kelas berisi 6 peserta,” imbuhnya.
Yuli menekankan bahwa visi dan misi UKW adalah untuk menjadikan wartawan yang profesional, berdedikasi, dan kompeten.
Yuli menambahkan, UKW merupakan upaya untuk mewujudkan profesionalisme wartawan Indonesia. ”Harapannya, semua wartawan bisa mengikuti UKW agar lebih profesional,” tegasnya. (cw2/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin