Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Festival Anak Sholeh (FAS) 2024: Ikhitiar Cetak Generasi Banyuwangi yang Agamis, Cerdas, dan Berakhlak

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 17 Oktober 2024 | 22:30 WIB
MEMBELUDAK: Ratusan siswa mengikuti aneka lomba pada rangkaian FAS 2024 di kompleks GOR Tawangalun Banyuwangi, Rabu (16/10).
MEMBELUDAK: Ratusan siswa mengikuti aneka lomba pada rangkaian FAS 2024 di kompleks GOR Tawangalun Banyuwangi, Rabu (16/10).

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Festival Anak Sholeh (FAS). Festival yang diikuti ratusan siswa jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Bumi Blambangan tersebut digelar di Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun, Rabu (16/10).

Mereka berkompetisi dalam berbagai lomba yang membawa nuansa pendidikan agama Islam seperti musabaqah tilawatil quran (MTQ), musabaqah hifdzil quran (MHQ), kaligrafi, dan lomba mewarnai. Selama perlombaan berlangsung para peserta dihibur dengan lagu-lagu bernuansa Islami.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Pemkab Banyuwangi Aziz Hamidi mengatakan, FAS merupakan ikhtiar pemkab untuk mendorong terciptanya generasi muda yang memiliki karakter dan kepribadian yang baik. Mereka diajak mengikuti berbagai kegiatan dan lomba yang sarat dengan nilai-nilai keislaman.

”Lewat ajang ini, kita berharap para pelajar di Banyuwangi bisa memiliki karakter yang agamis, cerdas, dan berakhlak baik,” ujar mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tersebut.

Aziz menambahkan, anak-anak sangat sulit untuk dicegah dari perkembangan dunianya. Seperti main game dan mengakses dunia digital.

Oleh karena itu, para guru dan orang tua tidak bisa hanya melarang, tapi juga harus dapat mencegah mereka dari efek negatifnya. Misalnya, sikap intoleran, perundungan (bullying), hingga sikap kurang sportif.

”Untuk meminimalkan pengaruh negatif akibat pergaulan dan konten di media sosial, anak-anak harus dibekali dengan nilai-nilai yang baik, termasuk penguatan religi. Di zaman seperti ini, anak-anak harus dibekali karakter yang baik. Salah satunya dengan memperkuat pengajaran agama kepada mereka,” kata Aziz.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno mengatakan, Festival Anak Sholeh menjadi wadah untuk menguji hasil pendidikan agama Islam di masing-masing satuan pendidikan. Terutama di jenjang SD dan SMP.

Dengan lomba-lomba yang diikuti, Dispendik bisa melihat sejauh mana pembelajaran yang diterima oleh para siswa.

”Karena itu, ada MTQ, tartil, lomba mewarnai masjid untuk PAUD dan kaligrafi. Ini untuk melihat hasil pendidikan agama Islam di sekolah,” kata Suratno.

Ada 500 lebih peserta dari jenjang PAUD hingga SMP yang terlibat. Dengan lomba yang rutin digelar dalam event FAS diharapkan akan muncul budaya positif di lingkungan sekolah.

Terutama untuk terus menjaring para siswa yang memiliki bakat dan kemampuan di bidang kaligrafi, MTQ, dan MHQ.

”Kita tidak melibatkan madrasah karena segmentasinya berbeda. Kami juga ingin melihat bagaimana pendidikan sesuai profil pelajar Pancasila bisa terwadahi di sini. Karena itu, tema Festival Anak Sholeh tahun ini adalah Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia,” pungkas Suratno. (fre/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Islami #sd #dinas pendidikan #festival anak sholeh #paud #Lomba #banyuwangi #smp