Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gandeng FIKKIA Unair dan BSTF, Bank Mandiri Taspen Lepasliarkan 500 Tukik di Pulau Santen Banyuwangi

Sigit Hariyadi • Rabu, 18 September 2024 | 17:01 WIB
PERESMIAN: Kepala Divisi Corporate Secretary and Legal Bank Mandiri Taspen Errinto S.P. Pardede menggunting pita tanda peresmian gerbang masuk Pulau Santen akhir Juli lalu.
PERESMIAN: Kepala Divisi Corporate Secretary and Legal Bank Mandiri Taspen Errinto S.P. Pardede menggunting pita tanda peresmian gerbang masuk Pulau Santen akhir Juli lalu.

RadarBanyuwangi.id – Bank Mandiri Taspen mewujudkan kepedulian terhadap kelestarian alam di Banyuwangi.

Hal ini salah satunya diwujudkan melalui konservasi habitat penyu di Pulau Santen, Banyuwangi.

Sebagaimana diketahui, penyu merupakan satwa dilindungi yang populasinya saat ini sangat mengkhawatirkan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan eksistensi penyu terancam.

Selain aktivitas manusia seperti eksploitasi bagian tubuh maupun telurnya, faktor perubahan iklim dan polusi turut mengancam keberadaan satwa yang sudah ada sejak zaman purba tersebut.

Dari total 7 jenis penyu di dunia, 6 di antaranya terdapat di perairan Indonesia.

Khusus di Banyuwangi, ada 4 jenis penyu yang ”hidup” di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Jenis penyu tersebut meliputi penyu lekang, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu belimbing.

Sebagai wujud kepedulian atas kelestarian penyu, Bank Mandiri Taspen bekerja sama dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) melaksanakan program konservasi habitat penyu di Pulau Santen, Banyuwangi, pada akhir Juli lalu.

Bank Mandiri Taspen menyerahkan satu set peralatan Intan Box dan Sari Box kepada Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi selaku mitra dari perguruan tinggi negeri yang selama ini juga fokus melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Santen.

Intan Box dan Sari Box merupakan hasil inovasi BSTF. Intan Box merupakan alat yang membantu penetasan telur penyu tanpa menggunakan media pasir.

LITERASI KEUANGAN: Petugas Bank Mandiri Taspen memberikan edukasi tentang pinjol dan judol kepada warga di kawasan Pulau Santen.
LITERASI KEUANGAN: Petugas Bank Mandiri Taspen memberikan edukasi tentang pinjol dan judol kepada warga di kawasan Pulau Santen.

Dalam pengoperasiannya, alat ini dapat mengontrol suhu dan kelembapan secara otomatis.

Salah satu keunggulan Intan Box dan Sari Box adalah dapat memengaruhi jenis kelamin penyu saat menetas.

Inovasi ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di dunia. Intan Box dan Sari Box pun kini telah memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Masih dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bank Mandiri Taspen juga menyerahkan seperangkat solar cell yang berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik. 

Ini merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri Taspen dalam bidang konservasi penyu dan lingkungan.

Kegiatan yang dikemas dalam acara Edukasi Perbankan & Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan di Pulau Santen ini dihadiri Kepala Divisi Corporate Secretary and Legal Bank Mandiri Taspen Errinto S.P. Pardede, Distribution Head 6 Bank Mandiri Taspen Ahmad Bagus Irawan, Branch Manager PT Taspen Jember Wiwin Witarsih, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Jember Edwin Nindya Perdana, dan Kepala Cabang Pembantu Bank Mandiri Taspen Banyuwangi Agus Wijanarko.

Selain itu, hadir pula anggota Komunitas Mantap Indonesia (KMI), sekretaris camat Banyuwangi, lurah Karangrejo, Polresta Banyuwangi, Dandim 0825 Banyuwangi, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Santen.

Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Divisi Corporate Secretary and Legal Bank Mandiri Taspen Errinto S.P. Pardede. Errinto berharap dengan adanya sarana edukasi ini bisa berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Pulau Santen.

”Jadi dengan adanya alat ini, wisatawan tidak sekadar menikmati wisata alam saja. Tetapi bisa menikmati wisata edukasi. Masyarakat bisa melihat dari dekat dan mendapat edukasi kegiatan konservasi penyu,” beber Errinto.

Tidak hanya itu, sebagai wujud dukungan terhadap perkembangan wisata edukasi di Pulau Santen, Bank Bank Mandiri Taspen juga memberikan ”sentuhan” tampilan pada salah satu ikon wisata di Banyuwangi ini, yakni dengan pembangunan gerbang wisata menuju lokasi wisata tersebut.

Selain soal konservasi panyu, Bank Mandiri Taspen turut memberikan edukasi perbankan kepada masyarakat Pulau Santen.

Salah satunya berkenaan risiko dan bahaya jeratan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Selain dapat menyeret seseorang ke jurang kemiskinan, pelaku judol juga bisa berurusan hukum.

Rangkaian kegiatan di Pulau Santen ini ditutup dengan pelepasliaran 500 ekor tukik (anak penyu) ke alam liar.  Bersama masyarakat dan tamu undangan lainnya, Kepala Divisi Corporate Secretary and Legal Bank Mandiri Taspen Errinto S.P. Pardede tampak antusias mengikuti kegiatan ini.

”Ini pertama kali di Banyuwangi dan luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu salah satu anggota Komunitas Mantap Indonesia (KMI) Abdul Mukhlin memberikan apresiasi dan acungan jempol atas terselenggaranya acara ini.

Menurutnya acara ini bagus sekali dan menjadi sarana edukasi bagi semua pihak. ”Bagus sekali acaranya,” ujar pria asal Desa/Kecamatan Singojuruh ini.

Dosen FIKKIA Unair Banyuwangi Jayanti Dian Eka Sari juga mengapresiasi kegiatan ini. Dia berharap kerja sama Bank Mandiri Taspen bisa terus berkelanjutan di masa mendatang demi keberlangsungan konservasi alam khususnya di Banyuwangi.

”Perlu dilanjutkan dan dikembangkan di masa depan,” pungkasnya. (*/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kelestarian alam #FIKKIA Unair Banyuwangi #Pulau Santen #banyuwangi #BSTF #Mandiri Taspen #lepasliarkan tukik #wisata edukasi