RadarBanyuwangi.id - Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan efisiensi transportasi kereta api di Indonesia, Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengembangkan teknologi pendeteksi kerusakan rel berbasis kecerdasan buatan (AI).
Proyek ini dipimpin oleh Ir. Eko Pujiyulianto S.T., M.Eng., dosen Program Studi Teknik Mesin Itera, dan melibatkan beberapa disiplin ilmu lainnya.
Teknologi yang dikembangkan menggunakan image recognition berbasis machine learning dengan Convolutional Neural Networks (CNN), menawarkan solusi mutakhir untuk mendeteksi cacat rel kereta, seperti retakan dan deformasi, dengan tingkat akurasi tinggi.
Baca Juga: Tanpa Ribet, Ini Daftar Stasiun yang Sudah Terapkan Face Recognition untuk Boarding Kereta Api
CNN mampu menganalisis gambar secara real-time, memungkinkan perawatan rel yang lebih cepat dan efisien dibandingkan metode manual.
“Teknologi ini mampu mendeteksi masalah kecil yang tidak terlihat oleh mata manusia, sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih besar dan berbahaya,” kata Eko.
Selain meningkatkan keselamatan, sistem ini juga dinilai akan mengurangi biaya operasional KAI.
Baca Juga: Angkutan Penumpang KAI Melonjak, Lebih dari 299 Juta Orang Terlayani Hingga Agustus 2024
Kolaborasi antara Itera dan PT KAI ini juga melibatkan mahasiswa dalam proyek pengembangan, memberikan mereka kesempatan berkontribusi langsung terhadap industri transportasi Indonesia. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi