RadarBanyuwangi.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berusaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Sosialisasi intens digelar ke berbagai kalangan. Termasuk para siswa jenjang SMP yang notabene belum memiliki hak pilih.
Sosialisasi tentang Pilkada salah satunya diberikan kepada ratusan siswa SMPN 2 Glagah kemarin (4/9).
Tepatnya saat mereka mengunjungi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi.
Di kantor lembaga penyelenggara pemilu tingkat kabupaten tersebut, mereka mendapat pendidikan demokrasi sekaligus merasakan “atmosfer” coblosan.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa yang didampingi wali kelas dan para guru itu disambut langsung oleh Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklihparmas-SDM) KPU Banyuwangi Enot Sugiharto.
Enot mengajak para pelajar untuk ikut berperan dalam Pilkada, yakni dengan cara mengingatkan orang tuanya untuk menyalurkan hak pilih pada pemungutan suara yang akan digelar 27 November mendatang.
“Meski belum memiliki hak pilih, tentunya para siswa SMP ini juga bisa berperan dengan mengingatkan orang tuanya dalam menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya.
Enot menambahkan, para pelajar SMP meski belum memiliki hak pilih tetapi mereka harus mulai dikenalkan dengan pendidikan demokrasi.
“Demokrasi ini hampir terjadi di setiap lingkungan sekolah, salah satunya dalam pemilihan ketua OSIS atau pun ketua kelas. Sehingga, para pelajar memang harus memahami demokrasi,” kata dia.
Para siswa antusias saat mengikuti sesi tanya jawab. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan seputar pemilu, termasuk bagaimana cara mencoblos yang benar dan apa saja yang harus dipersiapkan sebelum hari pemungutan suara.
Kegiatan itu, juga dilengkapi dengan simulasi pemungutan suara. Para siswa diberi kesempatan untuk melihat alur pemungutan suara di kantor KPU Banyuwangi.
Sehingga siswa memiliki gambaran dan dapat merasakan atmosfer coblosan.
Kepala SMPN 2 Glagah Karyono, S.Pd, MT berharap kunjungan ini dapat menumbuhkan kesadaran politik sejak dini dan mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pemilu di masa depan.
Kunjungan ke KPU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk memahami dan menghargai sistem demokrasi di Indonesia.
“Outdoor learning ini sebagai penerapan kurikulum merdeka yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi. Selain ke KPU, siswa juga kami ajak mengunjungi kantor DPRD Banyuwangi,” ujar Karyono. (rio/sgt)
Editor : Lugas Rumpakaadi