Radarbanyuwangi.id - SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Genteng, Banyuwangi menggelar pelatihan jurnalistik untuk para pengurus organisasi OSIS, MPK, dan Resimen. Dalam kegiatan ini, mereka belajar cara mengelola konten digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu membuat dan mempublikasikan laporan secara efektif melalui media sosial. Diklat ini diikuti 175 siswa yang menjadi pengurus berbagai organisasi di sekolah.
Pelatihan ini pengalaman pertama bagi para siswa dalam memahami peran digital di organisasi. “Kami berharap siswa mampu mengelola administrasi dan publikasi digital dengan baik,” ujar Kepala Smadatara, Mujib.
Dalam pelatihan ini, terang dia, siswa diajari dasar-dasar jurnalistik yang disampaikan para wartawan JTV Banyuwangi. Materi yang disampaikan termasuk bagaimana membuat proposal hingga perencanaan pelaporan.
Materi ini sangat penting agar siswa dapat mengemas informasi organisasi menjadi tayangan yang menarik. “Jika tidak dipublikasikan, maka kinerja organisasi tidak akan diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini terselenggara berkat kerja sama dengan JTV yang memberikan dukungan penuh dalam pelatihan. Diklat tersebut memberikan wawasan praktis bagi siswa untuk memanfaatkan platform digital dalam mengelola informasi.
“Kami ingin siswa paham bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam organisasi,” kata Mujib.
Mujib berharap, melalui pelatihan ini siswa tidak hanya pandai dalam administrasi, tetapi juga dalam publikasi digital. Dengan demikian, mereka dapat memperlihatkan progres organisasi secara transparan kepada publik.
“Digitalisasi ini kunci agar kinerja organisasi dapat diukur, dan dilihat oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Selain itu, jelas dia, pelatihan ini juga memberikan bekal kepada siswa sebelum mereka mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). LDKS akan menjadi ujian bagi siswa dalam menerapkan keterampilan jurnalistik yang telah dipelajari. “Ini persiapan awal agar mereka siap untuk tantangan yang lebih besar di LDKS nanti,” jelasnya.
Dalam pelatihan ini juga melibatkan pembuatan konten yang relevan dan menarik untuk dipublikasikan. Siswa diajari bagaimana mengemas informasi menjadi lebih interaktif dan dapat diterima oleh audiens. “Kami ingin siswa mampu menyampaikan pesan organisasi dengan cara yang lebih menarik,” ujar Mujib.
Melalui diklat ini, diharapkan siswa bisa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam berorganisasi. Mereka diharapkan bisa memimpin organisasi dengan cara yang lebih modern dan efektif.
“Kami ingin mereka menjadi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan digital,” tambahnya.
Smadatara berencana akan terus mengadakan pelatihan serupa di masa depan. Ini dilakukan agar siswa dapat terus berkembang dalam era digital yang semakin maju.
“Ini baru langkah awal, ke depannya kami akan terus meningkatkan kompetensi siswa di bidang digital,” tandasnya.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries