RadarBanyuwangi.id – Dinas Pertanian dan Pangan mencatat, saat ini luas lahan komoditas kelapa yang menghasilkan seluas 21.560 hektare (ha).
Tanaman kelapa tersebut tersebar di seluruh wilayah kecamatan di kabupaten the Sunrise of Java.
Kepala Dispentan Banyuwangi Arief Setiawan melalui Sub-Koordinator Perkebunan Oki Alisyahbana mengatakan, Banyuwangi memiliki kebun Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Pohon Induk Terpilih (PIT) Kelapa Dalam Unggul yang ditetapkan pada SK Menteri pertanian RI.
SK Nomor 118/Kpts/KB.020/12/2016 tersebut tentang penetapan kebun penghasil tinggi dan pohon induk terpilih tanaman kelapa dalam varietas Banyuwangi (DBG).
Rinciannya, DBG unggul di wilayah Kelompok Tani Sri Wangi, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari dengan lahan seluas 9,4 ha dan jumlah 482 pohon.
Selanjutnya, milik Kelompok Tani Lerek Lestari, Kelurahan Gombengsari, lahan seluas 7,2 ha dengan159 pohon.
Berikutnya Kelompok Tani Suka Maju, Kelurahan Gombengsari, dengan lahan seluas 15,85 ha dan jumlah 115 pohon.
Sedangkan, berdasarkan SK Menteri Pertanian RI Nomor 17/Kpts/KB.020/4/2017 berisi penetapan kebun kelapa dalam unggul lokal yang berada di Dusun Gedor, Dusun Krajan, Dusun Telemungsari, hingga Dusun Watugepeng.
”Untuk kelapa lokal semuanya ada di Kecamatan Kalipuro dengan jumlah pohon dan luasan yang berbeda,” ujarnya.
Melihat potensi perkebunan kelapa yang semakin meningkat, pihaknya terus berupaya memberikan bantuan fasilitas kepada UMKM.
Di antaranya jeriken hingga cetakkan gula untuk pelaku usaha. Bantuan diberikan kepada enam kelompok tani di empat kecamatan pada tahun 2023.
Sedangkan, di tahun 2024, bantuan berupa alat perlengkapan tersebut disalurkan untuk dua desa di dua kecamatan, yakni Kabat dan Pesanggaran.
”Program bantuan bibit kelapa dalam tahun 2023 disalurkan sebanyak 3.508 batang untuk Kecamatan Kabat dan Licin. Sedangkan di 2024 dalam program demplot bibit kembali disalurkan sebanyak 1.320 batang di wilayah Kecamatan Licin,” jelas Oki.
Program stimulan lain yang diberikan Dispertan untuk menyokong sektor perkebunan kelapa di Banyuwangi terkait program fasilitasi tanaman kelapa genjah.
Pada tahun 2023 telah disalurkan bibit 1.580 batang dengan varietas genjah salak. Sedangkan pada tahun 2024 program demplot pengembangan kelapa di Kabat sebanyak 400 batang.
”Selanjutnya program fasilitasi tanaman kelapa genjah sebanyak 800 batang untuk empat kecamatan juga kami salurkan,” pungkas Oki. (tar/aif/c1)