RadarBanyuwangi.id - Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) menggelar seminar internasional, kemarin (15/8). Kegiatan dihadiri narasumber akademisi dari Fakultas Manajemen dan Keamanan Nasional, Pawel Wlodkowic University College, Polandia), Kazimiers Waluch, Ph.D.
Seminar international yang diselenggarkan di Aula UNIBA tersebut mengusung tema 'Buliding Bridges For Effective Cross-Cultural Communication On The Examples Of The Global Traditional Sports Project'.
Kegiatan seminar internasional turut dirangkai dengan penandatanganan kerjasama internasional antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Banyuwangi dengan Fakultas Manajemen Keamanan Nasional Pawel Wlodkowic University College, Polandia.
Wakil Rektor 1 Universitas PGRI Banyuwangi Dr. Novi Prayekti, M.Pd mengaku bersyukur, dalam satu kegiatan antara seminar international dan penandatangan kerjasama yang dilaksanakan tersebut berlangsung lancar dan khidmat. Tidak hanya peserta yang datang langsung ke lokasi namun kerja sama dan seminar juga dilaksanakan secara hybrid.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Dr. Joanna Ewa Koprowicz selaku Dekan Fakultas manajemen dan Keamanan Nasional, Pawel Wlodkowic University College, Polandia, Kepala Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Nur Hasibin, M.Pd, serta delegasi terhormat dan civitas akademika Universitas PGRI Banyuwangi, praktisi dan peserta dari dalam dan luar negeri, yang turut hadir serta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kegiatan seminar dan kerja sama yang kami lakukan sebagai wujud dari penyamaan visi terkait potensi sport tourism di Kabupaten Banyuwangi. Karena kami bergerak melalui pendidikan, tentu cara pengembangan kerja sama di realisasikan dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat," ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, melalui kerja sama yang terjalin kedepan tentu yang diharapkan tidak hanya pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tidak menutup kemungkinan, pihaknya juga akan mengarahkan mahasiswa untuk lebih produktif sehingga memungkinkan untuk merambah ke pertukaran pelajar untuk lebih mengembangkan pendidikan.
"Tentunya kami berharap melalui kerja sama ini ethno sport tourism di Banyuwangi ini menjadi wadah untuk membangun komunikasi dengan orang lain. Lebih dari itu, tentunya kami mengharapkan akan berdampak lebih terhadap masyarakat dan ekonomi lokal," tuturnya.
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Sutami Dwi Lestari, M.Pd menambahkan, kerja sama ini tentu berjalan tidak serta merta terjadi. Pertimbangan lain untuk memperkuat kerja sama tersebut yakni melihat Kazimiers Waluch, Ph.D. selaku akademisi sport tourism sejauh ini cukup mumpuni di bidangnya.
"Dari poin tersebut tentu sangat selaras dengan tri darma perguruan tinggi yang kami jalankan. Maka implementasi dari kerja sama yang kami laksanakan salah satunya seminar antar perguruan tinggi tadi. Semoga kedepan kerja sama berlangsung baik, dan Banyuwangi menjadi salah satu jujugan terkait ethno sport tourism yang lebih baik," pungkasnya. (*)
Editor : Niklaas Andries