Dalam acara ini, sekolah amemberikan pengalaman nyata tentang konsep dan praktik demokrasi kepada taruna dan taruni dalam pemilihan pengurus OSIS, MPK, dan Resimen berbasis digital.
Kepala Smadatara, Mujib menjelaskan, kegiatan ini untuk mengajarkan para siswa tentang demokrasi secara langsung, dengan memberikan peran sebagai pelaksana. “Kami ingin para taruna dan taruni mengetahui konsep pengetahuan dan praktek demokrasi,” ujarnya.
Menurut Mujib, pemilihan ini dilakukan secara digital, ini yang sejalan dengan visi sekolah dalam mengintegrasikan teknologi dalam berbagai aspek.
Digitalisasi bukan hanya menjadi alat, tetapi juga ciri khas Smadatara. “Digitalisasi menjadi merek kami, mulai dari presensi hingga supervisi guru,” jelasnya.
Sebanyak sembilan calon pengurus OSIS, MPK, dan pejabat Resimen berkompetisi untuk dipilih oleh seluruh warga Smadatara.
Proses pemilihan dilakukan dengan cepat dan akurat, melalui sistem digital yang dikembangkan sekolah. “Kami mengemas kegiatan berbasis teknologi untuk menciptakan efisiensi,” kata Mujib.
Setelah pemilihan, kandidat yang memperoleh suara terbanyak akan menjadi ketua. Sementara yang lainnya mengisi posisi strategis lain. Semua kandidat diharapkan tetap memberikan kontribusi terbaik, meski tidak terpilih sebagai ketua.
“Tenaga, pikiran, dan kreativitas kalian sangat diperlukan untuk mendukung program sekolah,” tambahnya.
Mujib menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung visi sekolah, itu untuk menjadi sekolah taruna yang unggul dan berwawasan global.
Menurutnya, teknologi memainkan peran penting dalam mencapai tujuan tersebut. “Digitalisasi adalah masa depan, dan kami ingin para siswa siap menghadapi tantangan global,” ungkap Mujib.
Selain pemilihan, Smadatara juga menonjolkan integrasi digital dalam proses pembelajaran dan administrasi sehari-hari, termasuk dalam presensi dan jurnal guru. Ini menunjukkan komitmen sekolah dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pendidikan.
“Semua aspek di Smadatara kami digitalisasi, ini untuk mempermudah dan mempercepat proses,” katanya.
Kegiatan P5 dengan tema Suara Demokrasi ini, lanjut Mujib, menjadi salah satu upaya Smadatara mengimplementasikan profil pelajar Pancasila yang unggul dalam segala aspek.
Acara ini juga menjadi cerminan dari visi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inovatif. “Kami berusaha menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan potensi siswa,” tuturnya.
Dengan pemilihan digital ini, masih kata Mujib, Smadatara berharap dapat menanamkan nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan pada para siswa sejak dini.
Ini adalah langkah penting dalam membentuk karakter siswa yang siap menghadapi tantangan di masa depan. “Kami ingin siswa belajar demokrasi yang sebenarnya, dan siap menghadapi dunia nyata,” tandasnya.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries