Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KKN BBK-4 Universitas Airlangga Sukses Ajak UMKM Kanggo Riko Terapkan Digitalisasi

Ayu Lestari • Sabtu, 27 Juli 2024 | 15:21 WIB
KKN Belajar Bersama Komunitas 4 Universitas Airlangga menggelar penyuluhan Digitalisasi UMKM di Desa Sambirejo Banyuwangi.
KKN Belajar Bersama Komunitas 4 Universitas Airlangga menggelar penyuluhan Digitalisasi UMKM di Desa Sambirejo Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id – Digital marketing adalah pemasaran digital usaha untuk mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi, dan relevan.

Seiring dengan perkembangan teknologi sekarang, digital marketing akan menjadi semakin penting bagi bisnis yang ingin tetap kompetitif di era digital saat ini.

Wardhana (2015) menemukan bahwa strategi digital marketing berpengaruh hingga 78% terhadap keunggulan bersaing UMKM dalam memasarkan produknya.

Data BPS menyebutkan, UMKM di Indonesia berjumlah 56.534.592 unit (99,9%). Namun di beberapa desa seperti Sambirejo dan sekitarnya belum memahami pentingnya digitalisasi marketing di era sekarang.

Karena itu BBK (Belajar Bersama Komunitas) 4 Universitas Airlangga melaksanakan penyuluhan dengan judul “Digitalisasi UMKM di Desa Sambirejo Banyuwangi” pada Selasa, 16 Juli 2024.

Penyuluhan digitalisasi UMKM Desa Sambirejo adalah salah satu inovasi program kerja dalam mendukung program pemerintah Desa Sambirejo terhadap UMKM yang dimilikinya khususnya “Kanggo Riko”.

Inisiasi digitalisasi UMKM ini bermanfaat bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pengetahuan mereka ditengah kehidupan bermasyarakat yang serba digital dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dalam berdagang.

Program “Kanggo Riko” sendiri merupakan program yang dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program “Kanggo Riko” telah berjalan sejak 2018 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan mempercepat penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi.

Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Bupati, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan pendamping program.

Program “Kanggo Riko” difokuskan pada rumah tangga miskin (RTM) yang menerima bantuan sebesar Rp 2.5 juta memiliki Anggaran Dana Desa (ADD) untuk mendukung usaha mereka.

Bantuan modal ini berbentuk usaha barang yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha yang diberikan untuk membantu masyarakat yang sedang merintis atau meningkatkan usaha mereka.

Dengan adanya program “Kanggo Riko” memiliki manfaat meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari pelaku usaha.

Namun, bantuan berupa modal barang tidak cukup untuk meningkatkan pendapatan, perlu diimbangi dengan adanya pemanfaatan teknologi digitalisasi untuk mendukung jangkauan pemasaran usaha.

Photo
Photo

Kegiatan penyuluhan digitalisasi UMKM di Desa Sambirejo melibatkan penyampaian materi tentang penggunaan platform digital seperti media sosial dan e-commerce, strategi pemasaran online, serta menyediakan sesi tanya jawab terkait permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan usaha mereka.

Setelah kegiatan sosialisasi digitalisasi UMKM Desa Sambirejo, penanggung jawab acara membantu dalam pembuatan platform digital seperti Google Maps dan Linktree.

Menggabungkan pendekatan dari kedua program ini, sosialisasi digitalisasi UMKM dapat diintegrasikan ke dalam program "Kanggo Riko" dengan memberikan pelatihan digital sebagai bagian dari pendampingan.

Oleh karena itu, pelaku usaha tidak hanya menerima bantuan fisik tetapi juga kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital, yang akan memperkuat dan memperluas dampak dari program pemberdayaan ekonomi ini.

Potensi keberlanjutan program kerja sosialisasi digitalisasi UMKM di Desa Sambirejo yakni mencakup berbagai aspek ekonomi, pengetahuan, dan keterampilan.

Dari segi ekonomi, program kerja ini dapat meningkatkan pendapatan UMKM Sambirejo dari implementasi strategi digitalisasi yang mereka pahami.

Dalam aspek pengetahuan, mereka dapat memahami bagaimana pentingnya digitalisasi dalam usaha dan komponen apa saja yang perlu diterapkannya.

Terakhir aspek keterampilan, dapat meningkatkan informasi bagi mereka bagaimana mengimplementasikan dan menerapkan strategi digitalisasi dalam kegiatan usahanya.

Selain itu, UMKM yang mengikuti sosialisasi dapat menjadi mentor bagi peserta baru, memperkuat komunitas bisnis lokal, dan memperluas pengetahuan digital di kalangan pelaku usaha.

Potensi tersebut juga harus didukung oleh pemerintah desa dan institusi pendidikan agar dapat menyediakan pelatihan berkelanjutan dan akses ke teknologi yang dapat meningkatkan kapasitas dan sumber daya yang tersedia untuk UMKM.

Perkenalan strategi dalam digitalisasi marketing juga dipaparkan dalam seminar. Strategi yang dipaparkan ada 3 jenis, Traffic adalah bagaimana caranya orang bisa masuk atau dating ke situs web kita, atau WhatsApp kita, ataupun landing page kita.

Conversion adalah bagaimana yang datang memutuskan untuk membeli dan yang terakhir adalah Relationship yaitu yang sudah membeli memutuskan untuk membeli lagi.

Kelebihan dan kekurangan juga dipaparkan dalam seminar digitalisasi UMKM tersebut.

Kelebihan yang dipaparkan ada beberapa seperti, Efesiensi waktu dan biaya, interaktif, kesempatan penetrasi pemasaran luas, banyak konten menarik, mudah diukur dan pemirsa tidak terbatas jumlahnya.

Lalu kekurangan yang dipaparkan juga ada beberapa seperti, kendala koneksi internet, masalah pembayaran dan kurangnya kepercayaan pengguna/pembeli.

Komponen digital marketing yang paling banyak digunakan sekarang adalah dengan menggunakan website, membuat konten dan media sosial.

Tak kalah pentingnya dengan Digital Marketing Kelompok BBK-4 Desa Sambirejo juga menjelaskan tentang apa itu e-commerce.

Pengertian e-commerce sendiri adalah aktivitas pendistribusian, pembelian, penjualan, dan pemasaran produk dan jasa melalui internet.

Strategi pemasaran dalam pengembangan juga dijelaskan saat seminar digitalisasi UMKM.

Meningkatkan kualitas produk adalah hal yang paling penting, proses inovasi barang juga akan membantu meningkatkan kualitas serta harga produk, mengembangkan jaringan relasi sangat penting bagi pengusaha dan tak kalah pentingnya lagi yaitu memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya.

Jenis-jenis marketplace yang sering digunakan oleh pengusaha untuk menjual produk mereka ada beberapa jenis, seperti, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Lazada.

Karena itu lah kelompok BBK-4 Desa Sambirejo menjelaskan bagaimana cara membuat akun untuk bisa menjual produk para usaha di Desa Sambirejo lebih luas lagi.

Ke depannya diharapkan penyuluhan digitalisasi di Desa Sambirejo membawa manfaat terhadap UMKM yang hadir di acara tersebut agar produk usaha mereka semakin dikenal khalayak luas dengan potensi yang ada didalamnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#universitas airlangga #penyuluhan #umkm #digitalisasi #Kanggo Riko #e-commerce