Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi, Gelar KKN Kolaboratif Bareng UGM Jogjakarta dan Unib Situbondo: Fokus Ketahanan Keluarga

Gareta Yoga Eka Wardani • Kamis, 18 Juli 2024 | 03:53 WIB

SIAP MENGABDI: Ratusan mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng mengikuti acara pelepasan peserta KKN Reguler di Kantor Kecamatan Glagah Rabu (17/7)
SIAP MENGABDI: Ratusan mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng mengikuti acara pelepasan peserta KKN Reguler di Kantor Kecamatan Glagah Rabu (17/7)
Radarbanyuwangi.id - IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan konsep yang berbeda. Selain KKN reguler, Perguruan Tinggi Islam tertua di Banyuwangi itu memperkenalkan KKN kolaboratif bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta dan Universitas Ibrahimy (Unib), Sukorejo, Situbondo.

Pelepasan KKN reguler dilakukan oleh Rektor IAI Ibrahimy Dr H Lukman Hakim SAg MHI di Kantor Kecamatan Glagah, Rabu (17/7). Mahasiswa yang mengikuti KKN ini, jumlahnya mencapai 311 mahasiswa.

“KKN kolaboratif dimulai sejak Selasa (2/7), dengan UGM ada 24 mahasiswa di Kecamatan Wongsorejo dan Rogojampi, 14 mahasiswa KKN kolaboratif bersama UNIB di Jember. Untuk KKN regular yang diterjunkan hari ini (17/7), berjumlah 273 mahasiswa yang tersebar di 17 desa yang ada di tiga kecamatan,” ungkapnya.

Menurut Lukman, tahun lalu KKN IAI Ibrahimy mengangkat tema ekonomi pedesaan dan kesadaran lingkungan. Untuk tahun ini, LPPM IAI Ibrahimy mengusung tema ketahanan keluarga. “Ini sangat penting, mengingat Banyuwangi itu kabupaten dengan tingkat perceraian tertinggi nomor dua setelah Malang,” cetusnya.

Mahasiswa yang mengikuti KKN, jelas dia, telah mendapatkan pembekalan pada Selasa (25/6) lalu, dan diberi waktu dua minggu untuk melakukan observasi di desa-desa yang dituju.

PELEPASAN: Rektor IAI Ibrahimy Genteng Dr H Lukman Hakim Sag MHI (enam dari kiri) bersama pengurus yayasan, para dosen dan mahasiswa peserta KKN Reguler di Kantor Kecamatan Glagah Rabu (17/7).
PELEPASAN: Rektor IAI Ibrahimy Genteng Dr H Lukman Hakim Sag MHI (enam dari kiri) bersama pengurus yayasan, para dosen dan mahasiswa peserta KKN Reguler di Kantor Kecamatan Glagah Rabu (17/7).

“Tema ketahanan keluarga dipilih karena bersifat universal dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, ada lima indikator yang kami gunakan dalam observasi dan program di setiap desa,” kata Ketua KKN IAI Ibrahimy Genteng, Abdul Aziz.

Hasil observasi itu, terang dia, menjadi dasar bagi para mahasiswa dalam merancang program yang tepat untuk di setiap desa. Sebagai contoh di Desa/Kecamatan Blimbingsari ditemukan permasalahan terkait perempuan. “Mahasiswa di sana memiliki program pendirian lembaga yang menangani kekerasan anak dan perempuan,” jelasnya.

Dengan adanya lembaga tersebut, terang dia, diharapkan dapat melindungi hak-hak perempuan setelah masa KKN berakhir. Program ini menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitarnya. “Ketika mahasiswa KKN selesai, ada lembaga yang masih bisa melindungi hak perempuan,” katanya.

Azis menyebut, tujuan dari KKN ini mengajarkan mahasiswa mengabdi dan memahami setiap lingkungan masyarakat memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Mereka diajarkan untuk menyelesaikan masalah di masyarakat dengan bijak.

“Mahasiswa bisa tahu setiap wilayah memiliki masalah masing-masing, sehingga mahasiswa peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar,” tandasnya.(rei/abi)

 

Editor : Niklaas Andries
#UNIB #ketahanan keluarga #situbondo #kkn #jogjakarta #fokus #mahasiswa #IAI Ibrahimy Genteng #ugm #banyuwangi #jember