Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keseruan Penutupan MPLS di SMPN 1 Glagah Banyuwangi: Tanpa Latihan, Ratusan Peserta Didik Baru Menari Gandrung

Ayu Lestari • Rabu, 17 Juli 2024 | 05:25 WIB

KOLOSAL: Ratusan peserta didik baru SMPN 1 Glagah menari massal dalam penutupan MPLS yang berlangsung di halaman sekolah setempat, Senin (16/7).
KOLOSAL: Ratusan peserta didik baru SMPN 1 Glagah menari massal dalam penutupan MPLS yang berlangsung di halaman sekolah setempat, Senin (16/7).
Radarbanyuwangi.id - Tarian gandrung massal ditampilkan dalam penutupan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMPN 1 Glagah, Senin lalu (16/7). Mengenakan selendang dan pakaian khas gandrung, ratusan siswa dengan gemulainya menari mengikuti irama musik gandrung.

Tarian gandrung tersebut diikuti seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 192 orang. Ditambah panitia dari OSIS, PMR, Pramuka, Satgas Andung, dan anggota ekstrakurikuler tari. Dengan total keseluruhan 250 siswa.

Tari gandrung kolosal yang dilaksanakan saat penutupan MPLS sebagai wadah penyaluran bakat sebagian besar siswa di SMPN 1 Glagah. Sejak awal, sekolah yang dipimpin Dardiri itu punya komitmen mengembangkan budaya berbasis lokal dan berorientasi global.

”Selain deklarasi anti-bullying dan perundungan selama program MPLS berlangsung, kami juga membekali seni kepada siswa baru. Harapannya, para siswa semakin membaur dan mengenang kegiatan MPLS yang lebih menyenangkan,” ujar Kepala SMPN 1 Glagah Dardiri.

Penampilan tarian kolosal tersebut tanpa latihan. Acaranya dikemas secara spontanitas ketika berlangsung penutupan MPLS. Sama halnya seperti senam massal, atraksi menari dipandu oleh para penari yang tergabung dalam tim ekstrakurikuler tari.

”Dampak PPDB sistem zonasi cukup baik dalam bidang seni di SMPN 1 Glagah. Sebagian besar siswa berasal dari daerah yang kental dengan budaya Oseng seperti Kemiren, Olehsari, Bakungan, dan Rejosari sehingga tidak terlalu ngoyo untuk melakukan kegiatan seperti ini,” kata Dardiri.

Pada hari yang sama, siswa SMPN 1 Glagah juga menggaungkan kampanye antiperundungan. Deklarasi antikekerasan dan bullying tersebut disuarakan oleh ratusan siswa bersama para guru dan tenaga kependidikan SMPN 1 Glagah.

Dardiri mengatakan, deklarasi ini sebagai komitmen bersama agar tidak ada kekerasan atau bullying di sekolah mengingat akhir-akhir ini banyak kasus bullying yang dialami dan dilakukan siswa.

”Yang ikut menandatangani deklarasi antikekerasan bukan hanya siswa. Deklarasi juga dilakukan oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, para guru, dan tata usaha,” ungkapnya.

Dengan deklarasi ini, Dardiri berharap sekolah menjadi tempat paling aman untuk siswa belajar dan berkembang. Tidak hanya itu, sekolah menjadi benteng dari segala ancaman yang dihadapi siswa.

”Deklarasi ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi siswa dan guru mampu memahami arti dari deklarasi ini dan tidak ada tindak kekerasan atau bullying baik oleh siswa atau pun oleh guru,” tegasnya. (aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#tari gandrung #ppdb #guru #mpls #zonasi #Anti Bullying #smpn 1 glagah #osis #pramuka #pmr #banyuwangi #Ekstrakurikuler