Radarbanyuwangi.id - Antiperundungan menjadi fokus utama dalam MPLS tahun ini. Tentu berbeda cara untuk mewujudkan sekolah bebas bullying. Salah satunya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banyuwangi Senin (15/7).
Sekolah tempat belajarnya anak-anak berkebutuhan khusus tersebut memiliki cara tersendiri dalam mengantisipasi terjadinya perundungan. Dalam momen MPLS tersebut, SLB Banyuwangi menggandeng para wali murid untuk mengantisipasi terjadinya perundungan.
”Dalam mengartikan antiperundungan di lingkungan, khususnya SLB, sangat berbeda dengan sekolah umum. Sebab, anak-anak berkebutuhan khusus yang sering menjadi korban perundungan, baik di lingkungan maupun orang terdekatnya,” ujar Kepala SLB Negeri Banyuwangi Masfufah.
Dalam MPLS kali ini, pihak sekolah melibatkan peran orang tua murid agar dapat memahami dan mengetahui tentang perundungan.
”Kami libatkan wali murid secara langsung karena mereka yang paling dekat dengan anak-anak. Bisa jadi anak-anak berkebutuhan khusus merasa di-bully pada sarana prasarana yang ada di sekitarnya,” kata Masfufah.
Orang tua perlu pembelajaran antiperundungan agar mereka lebih memahami karakter anaknya. Dengan sosialisasi ini, diharapkan anak bisa lebih terbuka kepada orang tua. ”Kami harapkan orang tua memahami konsep keluarga. Saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menimpa anak-anak berkebutuhan khusus, mereka bisa paham,” ungkap Masfufah.
Pengawas SLB Sulistyo menyebut bahwa pelaksanaan MPLS berjalan dengan lancar. Ditambah lagi, antusiasme para orang tua mendampingi anaknya mengikuti MPLS sangat tinggi. ”Semoga di SLB tidak ada aksi perundungan karena anak-anak berkebutuhan khusus sering menjadi korban,” sebutnya.
Salah satu wali murid SLB, Siti Muawanah mengatakan, pendidikan di SLB Negeri Banyuwangi sangat bagus untuk perkembangan anaknya. Sejak menempuh pendidikan di kelas II SMPLB, hingga saat ini anaknya mulai bisa berkembang pesat. ”Alhamdulillah, sangat bagus, perkembangannya pesat. Anak saya akhirnya aktif berkomunikasi serta sosialisasi dengan orang lain sangat bagus,” tegas Muawanah. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries