Pembangunan rumah susun tiga lantai dengan anggaran dari Kementerian PUPR sebesar Rp 7,7 miliar itu rencananya akan diperuntukkan para santri dan mahasiswa. Rumah susun berkapasitas 126 orang itu dilengkapi dua tempat tidur untuk difabel, 62 tempat tidur susun, dua lemari untuk difabel satu pintu, 62 lemari dua pintu atas dan bawah. Selain itu, juga dilengkapi tempat wudu, tempat salat, dan kamar mandi.
Pembina Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan H. Abdullah Azwar Anas mengatakan, pesantren tersebut terus berbenah. Pembangunan rumah susun sangat membantu para santrinya. “Rumah susun kita bangun untuk untuk para santri, Pak Basuki (Menteri PUPR),” kata Abdullah Azwar Anas.
Anas menyebut, di pesantrennya para santri tidak hanya belajar kitab, tapi juga ada pendidikan formal, mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, MTs, MA, SMA, SMKN, dan universitas. “Kita juga mendirikan sekolah internasional,” ungkap Anas.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku senang bisa bersilaturahmi dengan keluarga pondok pesantren. Ia merasa kagum dengan perjuangan Abdullah Azwar Anas dalam bidang pendidikan. “Kami sama-sama menteri, tapi saya tidak mampu seperti ini (seperti Abdullah Azwar Anas),” katanya.
Basuki meminta para pengelola Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan untuk terus meningkatkan perjuangannya dalam membina para santri. “Saya akan mendukung dan membantu penuh Pak Abdullah Azwar Anas,” cetusnya.
Usai acara groundbreaking, Menteri Basuki yang didampingi pejabat kementerian, sempat menemui para santri dan melihat kondisi pesantren dan gedung sekolahnya. “Gedungnya bagus ini,” puji orang kepercayaan Presiden RI Jokowi ini.
Groundbreaking juga dihadiri Ketua MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asymuni, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, Ketua Yayasan Pondok Pesantren mabadi’ul Ihsan H. Sukron Makmun Hidayat, para kepala sekolah dan guru di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan. (abi)
Editor : Niklaas Andries