Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan Karangdoro Banyuwangi: Dihadiri 2 Menteri, Bangun Rumah Susun Senilai Rp 7,7 Miliar  

Agus Baihaqi • Senin, 15 Juli 2024 | 14:39 WIB

GROUNDBREAKING: Menteri PUPR HM Basuki Hadimoeljono (kanan) meletakkan batu pertama pembangunan rumah susun didampingi Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas, ketua Yayasan Mabadiul Ihsan H Sukron Makmun
GROUNDBREAKING: Menteri PUPR HM Basuki Hadimoeljono (kanan) meletakkan batu pertama pembangunan rumah susun didampingi Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas, ketua Yayasan Mabadiul Ihsan H Sukron Makmun
Radarbanyuwangi.id - Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan memulai pembangunan rumah susun yang terletak di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Minggu (14/7). Pembangunan rumah susun ditandai groundbreaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas.

Pembangunan rumah susun tiga lantai dengan anggaran dari Kementerian PUPR sebesar Rp 7,7 miliar itu rencananya akan diperuntukkan para santri dan mahasiswa. Rumah susun  berkapasitas 126 orang itu dilengkapi dua tempat tidur untuk difabel, 62  tempat tidur susun, dua lemari untuk difabel satu pintu, 62  lemari dua pintu atas dan bawah. Selain itu, juga dilengkapi tempat wudu, tempat salat, dan kamar mandi.

Pembina Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan H. Abdullah Azwar Anas mengatakan, pesantren tersebut  terus berbenah. Pembangunan rumah susun sangat membantu para santrinya. “Rumah susun kita bangun untuk  untuk para santri, Pak Basuki (Menteri PUPR),” kata Abdullah Azwar Anas.

APRESIASI: Menteri PUPR HM Basuki Hadimoeljono menyampaikan paparannya terkait pembangunan gedung di pondok pesantren Minggu (14/7).
APRESIASI: Menteri PUPR HM Basuki Hadimoeljono menyampaikan paparannya terkait pembangunan gedung di pondok pesantren Minggu (14/7).

Anas menyebut, di pesantrennya para santri tidak hanya belajar kitab, tapi juga ada pendidikan formal, mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, MTs, MA, SMA, SMKN, dan universitas. “Kita juga mendirikan sekolah internasional,” ungkap Anas. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku senang bisa bersilaturahmi dengan keluarga pondok pesantren. Ia merasa kagum dengan perjuangan Abdullah Azwar Anas dalam bidang pendidikan. “Kami sama-sama menteri, tapi saya tidak mampu seperti ini (seperti Abdullah Azwar Anas),” katanya.

Basuki meminta para pengelola Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan untuk terus meningkatkan perjuangannya dalam membina para santri. “Saya akan mendukung dan membantu penuh Pak Abdullah Azwar Anas,” cetusnya.

Usai acara groundbreaking, Menteri Basuki yang didampingi pejabat kementerian, sempat menemui para santri dan melihat kondisi pesantren dan gedung sekolahnya. “Gedungnya bagus ini,” puji orang kepercayaan Presiden RI Jokowi ini.

MEGAH: HM Basuki Hadimoeljono, Abdullah Azwar Anas, H Sukron Makmun Hidayat, Rahmatullah dengan latar gedung di pesantren.
MEGAH: HM Basuki Hadimoeljono, Abdullah Azwar Anas, H Sukron Makmun Hidayat, Rahmatullah dengan latar gedung di pesantren.

Groundbreaking juga dihadiri Ketua MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asymuni, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno, Ketua Yayasan Pondok Pesantren mabadi’ul Ihsan H. Sukron Makmun Hidayat, para kepala sekolah dan guru di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan. (abi)

Editor : Niklaas Andries
#presiden joko widodo (jokowi) #ground breaking #sma #kementrian pupr #universitas #menpan rb #sd #presiden ri jokowi #Santri #tk #rumah susun #paud #mts #menteri pupr #smp #SMKN